Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        OCBC Sekuritas dan Makmur Perluas Akses Investasi Saham

        OCBC Sekuritas dan Makmur Perluas Akses Investasi Saham Kredit Foto: OCBC Sekuritas
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT OCBC Sekuritas Indonesia dan PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) resmi menjalin kemitraan strategis untuk memperluas akses investasi saham bagi masyarakat melalui integrasi fitur saham di platform Makmur. Kerja sama ini memungkinkan pengguna Makmur mengakses investasi saham dan reksa dana dalam satu aplikasi, sebagai upaya mendorong kemudahan dan inklusivitas partisipasi di pasar modal Indonesia.

        Kemitraan tersebut diresmikan melalui Signing Ceremony yang dilakukan oleh Direktur Utama PT Inovasi Finansial Teknologi, Sander Parawira, dan Direktur Utama PT OCBC Sekuritas Indonesia, Betty Goenawan.

        Melalui kolaborasi ini, OCBC Sekuritas mengintegrasikan kapabilitasnya sebagai institusi pasar modal dengan pengalaman panjang di Indonesia ke dalam pendekatan business-to-business (B2B) yang terhubung langsung dengan platform digital Makmur. Di sisi lain, Makmur menghadirkan kemudahan akses, keamanan, dan transparansi bagi pengguna ritel yang ingin memperluas portofolio investasinya ke instrumen saham.

        Direktur Utama PT OCBC Sekuritas Indonesia, Betty Goenawan, menyatakan bahwa kemitraan ini menjadi langkah konkret untuk memperluas akses pasar modal secara lebih inklusif.

        “Kami senantiasa bersinergi dengan berbagai pelaku industri agar pasar modal Indonesia semakin maju dan berkembang, sekaligus membuka peluang partisipasi yang lebih luas bagi investor,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Jakarta, Jumat (16/1/2026). 

        Baca Juga: Arita Prima (APII) Tarik Pinjaman Rp86,5 Miliar dari OCBC NISP

        Sementara itu, Direktur Utama PT Inovasi Finansial Teknologi, Sander Parawira, menyoroti masih lebarnya kesenjangan partisipasi investor saham di Indonesia. Hingga November 2025, jumlah investor pasar modal tercatat sekitar 19,67 juta, namun investor saham dan surat berharga lainnya baru mencapai 8,31 juta.

        “Artinya, kurang dari separuh investor pasar modal aktif berinvestasi di saham. Dengan jumlah penduduk usia dewasa Indonesia yang jauh lebih besar, ruang pertumbuhan investor saham masih sangat luas,” jelas Sander.

        Ia menambahkan, meskipun jumlah investor saham dan surat berharga lainnya tumbuh 32,46 persen secara tahunan (year-on-year) per November 2025, tingkat penetrasinya masih relatif rendah dan terpusat di Pulau Jawa.

        Integrasi fitur saham di platform Makmur diharapkan dapat memperluas jangkauan geografis sekaligus mendorong peningkatan partisipasi investor saham secara bertahap dan berkelanjutan.

        Dari sisi pengembangan produk, Chief Investment Officer Makmur, Stefanus Dennis Winarto, menyampaikan bahwa penambahan fitur saham sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menghadirkan pilihan instrumen investasi yang lebih lengkap.

        Makmur merupakan perusahaan jasa keuangan yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta selama ini dikenal sebagai platform penyedia produk reksa dana terkurasi dan instrumen pasar modal lainnya.

        Baca Juga: Jadi Andalan Transaksi Digital, Aplikasi 'OCBC Mobile' Punya Fitur Transfer Gratis hingga Nabung Emas

        Selain memperluas instrumen, Makmur juga menekankan penguatan literasi keuangan melalui penyediaan data dan informasi yang komprehensif bagi investor.

        “Penyediaan data laporan keuangan emiten, ringkasan broker flow, hingga broker distribution diharapkan dapat membantu investor memahami dinamika pasar secara lebih mendalam dan mengambil keputusan investasi yang lebih terukur dan rasional,” ungkap Stefanus.

        Melalui kemitraan strategis ini, OCBC Sekuritas dan Makmur menargetkan kontribusi nyata dalam membangun ekosistem investasi yang lebih inklusif, transparan, dan berkelanjutan, seiring upaya pendalaman pasar modal nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: