Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Raih Peringkat Kelima, Jejelogy Juga Torehkan Prestasi Lain di Rally Dakar 2026

        Raih Peringkat Kelima, Jejelogy Juga Torehkan Prestasi Lain di Rally Dakar 2026 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Keberhasilan yang diraih Julian Johan (Jejelogy) pada debut Dakar 2026 tidak sebatas berhasil meraih peringkat kelima di kategori Dakar Classic.

        Namun, putera dari pereli senior Ismail Johan ini turut menorehkan prestasi lain yang diberikan oleh penyelenggara.

        Berdasarkan hasil akhir yang dirilis oleh penyelenggara Dakar 2026, pereli yang bertandem dengan navigator asal Prancis, Mathieu Monplaisi, berhasil menuntaskan kompetisi di peringkat kelima dari puluhan peserta dari berbagai penjuru dunia.

        Ini tentu menjadi pencapaian positif tidak hanya bagi dirinya, melainkan mengukir sejarah melalui keikutsertaannya serta keberhasilannya yang telah diakui oleh penyelenggara Dakar 2026.

        "Bisa menyelesaikan Dakar di peringkat kelima overall pada kategri Dakar Classic sebenarnya di luar ekspektasi, karena tujuan awal memang untuk bisa mencapai garis finish. Apalagi kita tahu bahwa ajang Dakar itu tidak mudah, baik secara medan, maupun juga durasi dan jaraknya sehingga saya realistis untuk bisa finish,” kata Jeje usai menerima plakat kemenangan di Yanbu, Arab Saudi, Sabtu (17/01/2025) siang waktu setempat.

        Bicara pencapaian lainnya, selain mengamankan peringkat kelima tersebut, Julian Johan, juga turut berjaya di kelas yang ia ikuti. Pada gelaran Dakar Classic 2026, ia bertarung di Kelas H.2, di mana jumlah peserta serta mobil yang bertarung sangat variatif.

        Setelah menuntaskan 14 hari balapan, hasil akhir untuk Kelas H.2, ia juga sukses mengamankan peringkat ketiga. Tentunya, apa yang diraih oleh pereli yang memiliki nama panggung Jejelogy memberikan sebuah pencapaian maksimal  mengingat medan berat yang harus ia taklukan.

        “Apalagi treknya banyak didominasi dengan gurun batu dan gurun pasir, yang mana sangat menantang secara fisik terus kekuatan kendaraan, serta juga menjadi sebuah medan yang tidak biasa untuk dihadapi pereli Indonesia. Karena dengan medan seperti itu menurut saya membutuhkan talenta dan pengalaman lebih sehingga kita setiap hari berusaha untuk berhati-hati,” tambahnya.

        Kemudian, setelah berhasil menduduki peringkat ketiga di Kelas H.2 dan menempati peringkat kelima overall Dakar Classic 2026, Jeje, juga meraih keberhasilan berada di peringkat pertama untuk kategori Iconic Classic, di mana kategori ini ditujukan untuk pereli yang menggunakan mobil balap yang pernah digunakan pada ajang Paris Dakar.

        Baca Juga: Tesla Model Y Tak Terkalahkan di China, Jadi SUV Terlaris Lewati BYD cs

        Menyoal mobil balapnya tersebut, Jeje, mengandalkan Toyota Land Cruiser 100 yang secara khusus dipersiapkan oleh tim balap asal Prancis, Compagnie Sahariene. Berdasarkan informasi dari Jeje, SUV lansiran negeri Sakura tersebut memang dibeli oleh tim ini dari Tim Toyota Jepang yang berhasil meraih kemenangan pada awal tahun 2000-an.

        Beruntungnya, meskipun harus dihadapkan dengan medan ekstrem seperti gurun batu dan gurun pasir, Land Cruiser 100 tidak mengalami kendala berarti selama balapan. Tentunya, ini menjadi poin plus bagi Jeje sekaligus tim.

        “Untuk LC100 Alhamdulillah tidak bermasalah dari awal sampai akhir, kita bisa setiap harinya mencapai finish dengan kondisi yang utuh dan tetap sehat. Jadi kalau yang sifatnya kerusakan lebih kepada kaitannya baret pada bodi, pada bagian bumper. Sementara utk bagian lainnya dari awal sampai akhir semuanya aman,” jelasnya.

        Atas pencapaian ini ia juga sangat berterima kasih atas support yang diberikan oleh berbagai pihak sehingga mimpi kecil yang semula hanya berada di angan-angan, kini bisa terlaksana dan membawa kemenangan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: