Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Presiden Prancis, Emmanuel Macron menegaskan bahwa blok euro tidak akan tunduk pada intimidasi atau tekanan soal Greenland. Eropa siap melawan ancaman tarif dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Macron menyampaikan kritik keras terhadap aksi dari Trump. Ia mengungkapkan hal ini dalam pidatonya di World Economic Forum di Davos, Swiss.
Baca Juga: Tarif AS ke Eropa Picu Ketegangan Perdagangan, Indonesia Bisa Kena?
"Prancis dan Eropa tidak akan secara pasif menerima hukum pihak terkuat karena sikap tersebut akan berujung pada vasalisasi atau ketergantungan politik," ungkapnya, dilansir Rabu (21/1).
Ia menegaskan blok euro akan terus membela kedaulatan wilayah dan supremasi hukum, meski dunia saat ini bergerak ke arah tatanan global yang semakin tanpa aturan. Uni Eropa menurutnya dapat merespons dengan sanksi perdagangan balasan jika diperlukan.
“Kami lebih memilih rasa hormat daripada perundungan, dan kami lebih memilih supremasi hukum daripada kebrutalan,” ujar Macron.
Macron juga menilai akumulasi kebijakan tarif baru sebagai tindakan yang tidak dapat diterima secara fundamental, terlebih jika digunakan sebagai alat tekanan terhadap kedaulatan teritorial.
Ia menyebut situasi saat ini sebagai sesuatu yang tidak masuk akal karena telah berkembang sejauh ini akibat agresi dari Trump.
Sebelumnya, Trump menyatakan akan memberlakukan tarif yang terus meningkat terhadap sejumlah negara dari Eropa. Hal ini menyusul penolakan negara-negara kawasan euro terhadap pembelian dari Greenland.
Baca Juga: Dicap Lemah, Eropa Siap Bungkam Rezim Trump Soal Greenland
Uni Eropa sendiri didorong untuk mempertimbangkan penggunaan Anti-Coercion Instrument. Ia merupakan mekanisme yang memungkinkan pembatasan akses ke tender publik atau pembatasan perdagangan jasa seperti platform teknologi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: