Perjalanan Panjang Dato’ Dr. Nazri Khan (DDNK) Jadi Juara Trader Global Asia Tenggara Pertama
Kredit Foto: Istimewa
Kesuksesan dalam trading kerap direduksi menjadi grafik hijau, cuan cepat, dan cerita instan. Namun, bagi Dato' Dr. Nazri Khan, realitanya jauh lebih kompleks. Trading, baginya, adalah perjalanan panjang yang dibentuk oleh kegagalan berulang, disiplin ekstrem, dan kesadaran pahit bahwa pasar keuangan global tidak pernah sepenuhnya adil, terutama bagi trader ritel.
Pria asal Malaysia yang akrab disapa DDNK ini tumbuh dalam kultur Asia Tenggara yang menjunjung tinggi kerja keras, kesabaran, dan kehati-hatian. Nilai-nilai tersebut kelak menjadi fondasi penting dalam cara ia membaca pasar, yang berbeda dengan pendekatan agresif dan impulsif ala sebagian trader Barat.
Secara akademik, DDNK bukan figur sembarangan. Ia merupakan ekonom dengan gelar master dan doktor, sekaligus manajer investasi berlisensi. Namun, kredibilitasnya di dunia trading tidak lahir dari ruang kelas semata, melainkan dari pengalaman pahit yang menempa mental dan metodologinya.
“Saya mulai trading sejak masih mahasiswa. Dan saat itu saya kehilangan banyak uang,” ujarnya.
Kerugian tersebut bukan sekadar angka, melainkan pelajaran mendasar tentang kesalahan klasik trader pemula: terlalu banyak indikator, metode yang tidak konsisten, serta kegagalan membedakan trading dan investasi.
“Trading dan investasi itu dua permainan yang sama sekali berbeda. Kalau kita salah memahami, kita pasti kalah,” tegasnya.
Menantang Stigma Trading di Asia Tenggara
Di Malaysia, trading lama dilekatkan dengan stigma perjudian. Bagi DDNK, stigma ini justru menjadi tantangan personal yang harus diluruskan.
“Trading itu bisnis yang sah. Ia memberi kebebasan, fleksibilitas, dan kesempatan ekonomi,” katanya.
Menurutnya, trading bahkan membuka ruang partisipasi ekonomi yang lebih demokratis. Siapa pun bisa terlibat, termasuk ibu rumah tangga, selama memahami risiko dan memiliki disiplin.
“Ibu rumah tangga pun bisa trading dari rumah, dengan modal kecil, asal tahu risikonya,” ujarnya.
Pandangan ini lahir dari jam terbang panjang menghadapi kerasnya pasar global. Ia menekankan bahwa pasar keuangan tidak sepenuhnya digerakkan oleh laporan keuangan semata, melainkan oleh emosi manusia.
“Dalam trading, kita tidak fokus pada fundamental. Kita fokus pada emosi, sentimen, dan psikologi pasar,” jelasnya.
Sang Juara Dunia
Puncak pengakuan global datang ketika DDNK mencetak sejarah sebagai orang Asia Tenggara pertama yang menjuarai World Cup Trading Championship (WCTC) dari Robbins Cup di Northbrook Chicago, United States, kompetisi trading paling prestisius di dunia. Prestasi tersebut tidak berhenti sekali. Ia mencatat kemenangan berulang hingga empat kali, sebuah capaian langka di panggung global dengan pulangan sebanyak 1,062%.
Ironisnya, justru di titik kemenangan itulah DDNK semakin menyadari sisi gelap pasar keuangan global.
“Saat itulah saya benar-benar sadar, sistem pasar tidak sepenuhnya adil,” ungkapnya.
Ia menemukan bahwa pasar dikendalikan oleh struktur yang timpang, salah satunya melalui praktik dark pool atau jalur transaksi tertutup yang hanya dapat diakses institusi besar seperti bank, hedge fund, dan perusahaan asuransi.
“Mereka bisa membeli dan menjual dalam volume besar tanpa harus melaporkan secara real time. Trader ritel tidak punya akses ke sana. Ini jelas tidak adil,” ujarnya.
Teknologi sebagai Jalan Perlawanan
Alih-alih menyerah pada ketimpangan tersebut, DDNK memilih jalur teknologi. Ia mengembangkan pendekatan reverse engineering terhadap aktivitas dark pool dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan footprint chart.
“Footprint itu seperti X-ray di dalam candle. Kita bisa melihat ratusan hingga ribuan transaksi di dalam satu candle. Ini tidak bisa dipalsukan,” jelasnya.
Dengan bantuan AI, jutaan transaksi dapat dianalisis untuk mendeteksi pergerakan smart money, bahkan indikasi manipulasi pasar yang terjadi jauh sebelum trader ritel menyadarinya.
“Tanpa AI, ini hampir mustahil dilakukan,” katanya.
Indonesia di Mata Trader Global
Sebagai trader dan fund manager asal Malaysia, perhatian DDNK terhadap Indonesia bukan sekadar basa-basi regional. Ia melihat Indonesia sebagai episentrum masa depan trading Asia Tenggara.
“Indonesia ini negara yang sangat menjanjikan. Populasi besar, ekonomi tumbuh cepat, infrastrukturnya membaik. Tidak ada alasan Indonesia tidak bisa menjadi kekuatan besar,” ujarnya.
Baginya, Indonesia bukan hanya pasar, tetapi juga basis edukasi trading jangka panjang.
“Kita satu rumpun Nusantara. Nilai kesederhanaan, ikhtiar, dan amanah itu sangat cocok untuk trading,” katanya.
Jika dikombinasikan dengan disiplin dan teknologi, nilai-nilai tersebut justru menjadi keunggulan kompetitif.
Kunci Sukses dalam Trading
Di balik pendekatan berbasis AI dan data, DDNK menekankan satu aspek yang kerap diabaikan adalah disiplin mental. Padahal, itu menjadi kunci sukses dalam dunia trading.
“Disiplin itu seperti otot. Harus dilatih setiap hari,” ujarnya.
Ia menerapkan checklist ketat sebelum transaksi, pembatasan jumlah trading harian, hingga sistem AI yang mampu mendeteksi kondisi emosional seperti revenge trading.
“Kalau sudah terlalu emosional, akun bisa dikunci sementara. Itu untuk melindungi trader dari dirinya sendiri,” jelasnya.
Namun, baginya, kesuksesan tidak berhenti pada profit semata.
“Rezeki itu dari Tuhan. Untung disyukuri, rugi disabari,” katanya.
Mengenal Sosok Dato’ Dr. Nazri Khan
Di luar prestasinya sebagai juara dunia trading, Dato’ Dr. Nazri Khan merupakan manajer investasi berlisensi di Malaysia dengan latar belakang akademik ekonomi yang kuat. Dengan pengalaman lebih dari 26 tahun di industri keuangan, ia dikenal sebagai figur sentral dalam dunia investasi, ekonomi, dan manajemen dana, khususnya yang berlandaskan prinsip syariah dan etika.
Kontribusinya terhadap peningkatan literasi keuangan tergolong masif. Hingga hari ini, lebih dari 300.000 peserta telah mengikuti kelas, seminar, kuliah umum, dan berbagai program edukasi yang ia bawakan, baik secara langsung maupun melalui media massa. Sejak 2016, pengaruhnya semakin luas lewat kehadiran aktif di seminar nasional dan internasional, podcast, radio, hingga forum diskusi ekonomi.
Salah satu tonggak penting kiprah publiknya adalah program “Menang Saham Bersama DDNK” di Astro Awani, yang membumikan konsep investasi sejak dini serta membuka wawasan publik tentang peluang saham global berfundamental kuat.
Ia juga kerap menjadi rujukan media ternama seperti Bloomberg, The Edge, dan CNBC untuk memberikan analisis kondisi ekonomi dan pasar saham Asia.
Pendidikan dan Karier
Fondasi akademiknya dimulai dari Bachelor of Economics and Social Studies (Honours) di University of Manchester, Inggris. Ia kemudian meraih Master’s Degree dan PhD in Management dari Multimedia University (MMU), Malaysia, tempat ia juga dipercaya sebagai Adjunct Professor, mengajar akuntansi, keuangan, dan manajemen.
Dalam karier profesional, DDNK saat ini menjabat sebagai Fund Manager berlisensi di Berjaya Mutual Berhad sejak Oktober 2020, mengelola dana ritel dan korporasi di pasar lokal maupun global. Sebelumnya, ia pernah menduduki posisi strategis sebagai Senior Vice President Phillip Capital Management, CEO Inter-Pacific Asset Management, serta analis senior di Affin Hwang Investment Bank dan MIMB Investment Bank.
Penghargaan dan Pengakuan
Secara profesional, ia mengantongi sertifikasi internasional bergengsi seperti Certified Financial Technician (CFTe) dan Chartered Technical Analyst (MSTA). Ia juga menerima berbagai penghargaan, antara lain Most Influential Fund Manager in the Muslim World 2021, ASEAN Outstanding Entrepreneur Lifetime Achievement Award 2023 di Jakarta, disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat H.E. Dr. (H.C) H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D. , serta gelar kehormatan Dato’ melalui anugerah Darjah Indera Mahkota Pahang (D.I.M.P).
Puncak pencapaiannya terjadi pada 2024, ketika ia menjuarai World Cup Trading Championship di Northbrook Chicago United States, sekaligus mencatat sejarah sebagai orang Asia pertama yang meraih kemenangan tersebut secara berulang.
“Saya tidak mengalahkan trader lain. Saya mengalahkan sistem yang selama ini tidak berpihak pada trader kecil,” katanya.
Lebih dari Sekadar Trader
Hari ini, Dato’ Dr. Nazri Khan tidak hanya dikenal sebagai juara dunia trading, tetapi juga sebagai figur yang mendorong perubahan cara pandang terhadap trading di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Ia berharap trading kelak dipahami sebagai bagian dari literasi keuangan nasional, bukan perjudian.
“Kita butuh figur juara yang nyata dan bersertifikat, bukan influencer palsu,” tegasnya.
Baginya, trading adalah ruang demokrasi ekonomi siapa pun bisa masuk, asal paham risiko, disiplin, dan realistis.
“Trading bukan jalan pintas. Ini profesi serius,” tutupnya.
Baca Juga: Panduan Lengkap Memulai Trading 2026, Dari Menentukan Goal hingga Evaluasi
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai informasi trading atau kabar terbaru DDNK, silakan follow akun media sosialnya di Facebook, Instagram, TikTok, YouTube: Dato Dr Nazri Khan dan kamu bisa mengunjungi website resminya ddnk.ai.
Sebagai informasi, perlu ditegaskan bahwa seluruh program, pelatihan, dan pendekatan trading yang dikaitkan dengan Dato’ Dr. Nazri Khan bersifat edukatif dan tidak berafiliasi dengan skema cepat kaya, tidak memberikan rekomendasi saham atau instrumen tertentu, serta tidak menjanjikan keuntungan.
Perlu diketahui, aktivitas trading mengandung risiko yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu, dengan hasil yang sangat bergantung pada pengetahuan, disiplin, latihan, dan pengelolaan risiko yang diterapkan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: