Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        AI China Makin Kuat: 6.000 Lebih Perusahaan, Diproyeksi Bernilai CNY1,2 Triliun!

        AI China Makin Kuat: 6.000 Lebih Perusahaan, Diproyeksi Bernilai CNY1,2 Triliun! Kredit Foto: Cloudera
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        6.000 perusahaan lebih yang bergerak dalam sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence) pada tahun lalu sudah dicatatkan oleh China. Hal ini mengungkapkan bagaimana negeri tersebut sudah berada dalam industri 5.0.

        Dilansir Kamis (22/2), Wakil Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi China, Zhang Yunming mengatakan bahwa nilai industri inti akal imitasi diperkirakan telah melampaui CNY1,2 Triliun.

        Baca Juga: QRIS Bisa Dipakai di China dan Korea Selatan Kuartal I 2026, BI Lanjutkan ke India

        Ia menyebut sepanjang tahun lalu perusahaan domestik telah meluncurkan sejumlah produk chip AI. Sementara itu, kapasitas daya komputasi cerdas telah mencapai 1.590 EFLOPS. EFLOPS atau ExaFLOPS merupakan satuan pengukuran kinerja komputasi, di mana satu hal itu setara dengan satu kuintiliun operasi floating point per detik.

        Zhang menyebutkan bahwa penerapan akal imitasi telah meluas ke berbagai sektor strategis, termasuk industri baja, logam non-ferrous, ketenagalistrikan dan telekomunikasi. Teknologi ini juga semakin banyak digunakan dalam riset dan pengembangan produk, inspeksi kualitas serta layanan pelanggan.

        Pemerintah China juga telah meluncurkan dana investasi industri akal imitasi nasional senilai CNY60 Miliar. Selain itu, lebih dari empat puluh standar utama tingkat nasional dan industri terkait akal imitasi telah dirumuskan dan dirilis sepanjang 2025.

        Zhang juga menanggapi kekhawatiran bahwa inovasi akal imitasi dapat berdampak pada lapangan kerja. Ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi cenderung mengubah struktur pekerjaan dan memperbarui peran tenaga kerja, bukan menghilangkannya.

        Baca Juga: China Gerah Diseret-seret Trump Masuk Sengketa Greenland

        Menurutnya, perubahan teknologi besar sepanjang sejarah justru meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan struktur ketenagakerjaan dan menciptakan lapangan kerja baru melalui transformasi industri.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: