Kredit Foto: Istimewa
Indonesia memperkuat kemitraan strategis dengan Inggris melalui pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dengan didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Melansir dari siaran pers Kemenko Perekonomian, pertemuan yang berlangsung di London pada Selasa (20/1/2026) ini merupakan momentum sangat penting dalam penguatan hubungan kerja sama antara Indonesia dan Inggris, sekaligus menandai peluncuran Accord for a New Strategic Partnership between the United Kingdom and Indonesia oleh Presiden Prabowo dan PM Starmer.
Baca Juga: Menko Airlangga Harap IEU-CEPA Perkuat Akses Pasar Industri Alas Kaki RI
Accord ini menetapkan kerangka kemitraan strategis jangka panjang yang berlandaskan nilai demokrasi, saling menghormati, dan kedaulatan, dengan fokus pada empat bidang prioritas, yaitu penguatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, kerja sama iklim, transisi energi, dan perlindungan alam, peningkatan kerja sama pertahanan dan keamanan, serta penguatan hubungan antar masyarakat melalui pendidikan, inovasi, dan pertukaran budaya.
Kemitraan strategis tersebut dilakukan juga untuk melanjutkan dan memperdalam kolaborasi yang telah terjalin dengan baik antara kedua negara, baik secara bilateral maupun melalui forum multilateral, dan diarahkan untuk terus dikembangkan lebih lanjut, termasuk melalui Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD).
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut, Menko Airlangga juga telah menandatangani Indonesia-United Kingdom Economic Growth Partnership (EGP) pada tanggal 19 Januari 2026 bersama Secretary of State for Business and Trade Inggris The Rt Hon Peter Kyle MP. Perjanjian ini merupakan salah satu pilar utama dalam Accord yang dirancang sebagai kerangka kerja praktis dan berorientasi pada dunia usaha untuk mendorong peningkatan perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi bilateral.
Perjanjian tersebut juga mencerminkan komitmen kuat kedua negara dalam memperkuat kerja sama ekonomi yang berorientasi pada pertumbuhan, investasi yang berkualitas, dan penciptaan nilai tambah. Melalui peluncuran Accord dan penandatanganan Economic Growth Partnership (EGP), Indonesia dan Inggris akan dapat memperluas kolaborasi yang lebih konkret dan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.
Selain itu, Menko Airlangga juga mendampingi Presiden Prabowo dalam United Kingdom–Indonesia Business and Investment Forum yang diselenggarakan oleh Deputi Perdana Menteri Inggris. Forum ini mempertemukan Presiden Prabowo dengan pimpinan perusahaan terkemuka dari Indonesia dan Inggris sebagai wadah dialog strategis antara pemerintah dan dunia usaha untuk mendorong tindak lanjut konkret kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Menko Airlangga juga mendampingi Presiden Prabowo menghadiri King’s College Education Roundtable, yang bertujuan untuk membahas penguatan kerja sama di bidang pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia antara kedua negara.
Perdagangan Indonesia dan Inggris menunjukkan fundamental yang kuat. Pada periode Januari hingga November 2025, total perdagangan kedua negara mencapai USD2,41 miliar dengan posisi surplus bagi Indonesia sebesar USD459.50 juta, yang mencerminkan potensi cukup besar untuk memperdalam kerja sama lebih lanjut di bidang perdagangan dan investasi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: