Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rupih Nyaris Rp17.000, BI Siap Siaga Jaga Stabilisasi Nilai Tukar

Rupih Nyaris Rp17.000, BI Siap Siaga Jaga Stabilisasi Nilai Tukar Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hingga mendekati level Rp17.000 di tengah memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Pada perdagangan Rabu (4/3/2026) berdasarkan data Bloomberg pukul 09.12 WIB, rupiah melemah 50 poin atau 0,3 persen ke level Rp16.922 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,13 persen ke posisi 99,18.

Merespons kondisi tersebut, Bank Indonesia (BI) menyatakan kesiagaannya dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. BI hadir di pasar melalui intervensi transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot, serta Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik. Selain itu, bank sentral juga melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Deputy Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan langkah tersebut dilakukan guna mencegah meluasnya dampak konflik Timur Tengah terhadap pasar keuangan domestik.

Baca Juga: Perang Meluas di Timur Tengah, Rupiah Melemah ke Rp16.872

Baca Juga: Perang AS–Iran, Rupiah Tertekan Lonjakan Harga Minyak

Baca Juga: Konflik AS-Iran Picu Risk Off, Rupiah dan IHSG Tertekan

“Pelemahan rupiah masih aligned dgn regional, secara MTD melemah 0,51%, relatif lebih baik dibandingkan regional,” kata Destry dalam keterangan resmi, Jakarta, Rabu (4/3/2026). 

Di sisi lain, Destry menegaskan, posisi cadangan devisa tetap terjaga di level USD154,6 miliar akhir Januari 2026 dan arus masuk modal asing di pasar keuangan domestik selama tahun 2026 tercatat sejumlah Rp25,7 triliun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: