Xiaomi dan Oppo Pangkas Produksi 20 Persen, Dampak Harga Komponen SSD Naik Tajam
Kredit Foto: Ist
Gelombang kenaikan harga komponen smartphone, terutama SSD dan memori, mulai memukul industri smartphone global pada awal tahun 2026.
Sejumlah vendor besar asal China seperti Xiaomi, Oppo, hingga Vivo dilaporkan terpaksa menurunkan target penjualan dan volume produksi mereka secara signifikan.
Melansir Huawei Central, Jumat (23/1/2026), Xiaomi dan Oppo tercatat memangkas produksi lebih dari 20 persen, disusul Vivo sebesar 15 persen.
Sementara itu, Transsion memproyeksikan penurunan pengiriman hingga 70 juta unit tahun ini.
Fokus ke Flagship, Pangkas Kelas Menengah
Akibat lonjakan biaya produksi, para vendor kini mengubah strategi dengan membatasi pengiriman ponsel kelas menengah dan bawah.
Fokus utama dialihkan sepenuhnya pada perangkat flagship (unggulan) guna menjaga margin keuntungan di tengah fluktuasi harga pasar.
Kenaikan harga ini dipicu oleh rencana produsen memori raksasa seperti Samsung dan SK Hynix yang akan menaikkan harga DRAM hingga 60-70 persen pada kuartal pertama 2026.
Strategi "Gertak" Pemasok
Menariknya, muncul laporan mengenai strategi vendor ponsel yang sengaja melebih-lebihkan angka perkiraan pengiriman (over-forecast) demi mengamankan pasokan komponen dari produsen hulu.
"Untuk mendapatkan sumber daya dari produsen hulu, pembuat ponsel kerap menggunakan strategi melebih-lebihkan jumlah pengiriman mereka," ucap seorang sumber.
"Namun pemasok penyimpanan seperti Samsung dan SK Hynix belum menerima pemberitahuan dari vendor jika telah menurunkan volume pengiriman," lanjutnya.
Pihak produsen penyimpanan sendiri mengonfirmasi bahwa mereka tetap waspada dan hanya menyediakan persediaan berdasarkan data riil yang diperkirakan hanya turun 10 persen, bukan 20 persen seperti yang diumumkan secara publik.
Huawei dan Lenovo Punya Cara Sendiri
Di tengah krisis ini, beberapa merek seperti Huawei, Honor, dan Lenovo dikabarkan lebih tahan banting karena memiliki solusi rantai pasok sendiri.
Baca Juga: 7 Tips Membaca Manga di Smartphone Tanpa Bikin Mata Lelah
Huawei misalnya, memilih memanfaatkan keuntungan biaya dari rantai pasokan internal untuk mempertahankan margin.
Bahkan, mereka melakukan manuver agresif dengan menurunkan harga beberapa model seperti seri Pura, Nova, dan Enjoy untuk merebut pangsa pasar saat pesaing lain sedang kesulitan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: