- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Freeport Incar Klaim Asuransi Rp16,9 Triliun Usai Terjangan Lumpur di Grasberg
Kredit Foto: Istimewa
Freeport-McMoRan (FCX) tengah mengejar klaim asuransi properti dan gangguan bisnis senilai US$1 miliar atau setara Rp16,9 triliun.
Langkah ini diambil guna menutup kerugian operasional akibat insiden luapan lumpur (mud rush) yang melanda tambang bawah tanah anak usahanya, PT Freeport Indonesia (PTFI), pada September 2025 lalu.
"PTFI sedang mengupayakan pemulihan berdasarkan polis asuransi properti dan gangguan bisnisnya, yang menjamin kerugian hingga US$1,0 miliar," tulis manajemen dalam laporan keuangan FCX yang dirilis Kamis (22/1/2026).
Baca Juga: Freeport-McMoRan Buka Suara Soal Divestasi Tambahan ke RI, Ini Bocorannya!
Kendati demikian, Freeport tidak bisa mencairkan klaim tersebut secara penuh karena adanya batasan nilai pertanggungan. Khusus untuk insiden yang terjadi di area bawah tanah seperti di tambang Grasberg, pihak asuransi membatasi ganti rugi maksimal sebesar US$700 juta atau sekitar Rp11,83 triliun.
Selain itu, Freeport juga harus menanggung beban kerugian awal dari kantong pribadi sebesar US$500 juta atau setara Rp8,45 triliun sebagai biaya risiko mandiri (deductible). Artinya, perusahaan asuransi baru akan mulai membayarkan sisa klaim jika total nilai kerugian yang diderita Freeport telah melampaui angka beban mandiri tersebut.
Untuk diketahui, peristiwa mud rush atau aliran lumpur yang terjadi sebelumnya telah menekan volume produksi PTFI secara signifikan. Data perusahaan menunjukkan produksi tembaga di Indonesia pada kuartal IV/2025 merosot tajam menjadi hanya 49 juta pon, dibandingkan dengan 429 juta pon pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Freeport Siapkan Perpanjangan Izin Tambang, Kontrak Berlaku hingga 2041
Secara kumulatif sepanjang tahun 2025, PTFI mencatatkan produksi sebesar 1,0 miliar pon tembaga dan 0,9 juta ons emas. Angka ini mengalami penurunan dibanding capaian tahun 2024 yang masing-masing sebesar 1,7 miliar pon tembaga dan 2,0 juta ons emas, akibat penghentian sementara operasional di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave.
Namun, Freeport-McMoRan memastikan proses pembersihan dan perbaikan area tambang berjalan sesuai jadwal. Perusahaan menargetkan untuk memulai kembali operasional secara bertahap (phased restart) pada kuartal II/2026.
"Aktivitas tetap pada jalurnya untuk memulai pembukaan kembali secara bertahap mulai kuartal kedua 2026. PTFI memperkirakan sekitar 85 persen dari tingkat produksi normal akan tercapai pada paruh kedua tahun 2026," tambah manajemen.
Hingga akhir Desember 2025, posisi keuangan konsolidasi FCX dilaporkan tetap kokoh dengan saldo kas mencapai US$4,7 miliar. Perusahaan optimistis prospek jangka panjang tetap positif didukung oleh pemulihan operasional di Indonesia dan proyek pertumbuhan organik lainnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: