Denny JA mendonasikan seluruh dana dari BRICS untuk Pengembangan Sastra
Kredit Foto: Istimewa
Denny JA mendonasikan seluruh dana yang diterimanya dari BRICS Literature Award 2025 untuk pengembangan sastra dunia, melalui Denny JA Foundation. Bukan sebagian. Bukan simbolik. Melainkan seluruhnya sebesar Rp200 juta. Keputusan itu disampaikan bertepatan dengan peresmian BRICS Literature Award, yang untuk pertama kalinya digelar pada akhir Januari 2026 di Kairo, Mesir.
Penyerahan BRICS Literature Award 2025 untuk pertama kalinya diadakan ini dilakukan oleh Direktur Eksekutif Penghargaan BRICS, Aleksander Okstovich, didampingi Direktur Eksekutif BRICS Literature Network, Vadim Terekhin, serta Koordinator BRICS Mesir, Douha Mostafa.
Acara tersebut berlangsung pada 24 Januari 2026 di Hall Internasional, Kairo International Book Fair. Penghargaan diberikan kepada dua sastrawan terpilih: Salwa Bakr, sastrawan terkemuka asal Mesir, dan Denny JA dari Indonesia (diwakili oleh Koordinator Nasional Jaringan Sastra BRICS Indonesia, Sastri Bakry). Penghargaan ini dinilai sangat bergengsi karena melibatkan juri internasional dari negara-negara anggota BRICS, seperti Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, serta anggota baru lainnya.
Proses seleksi berlangsung berlapis dan lintas benua. Dimulai dari pengumuman lebih dari tiga puluh nama dalam daftar panjang di Brasil. Dilanjutkan dengan sepuluh nominasi daftar pendek yang diumumkan di Jakarta. Dan berpuncak pada penetapan dua pemenang terbaik yang diumumkan di Rusia.
Seperti disebutkan di atas, salah satu penerima penghargaan utama adalah Salwa Bakr, sastrawan terkemuka asal Mesir yang menulis dalam bahasa Arab. Ia telah melahirkan tujuh novel, tujuh kumpulan cerpen, serta sebuah drama. Karya-karyanya diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia, termasuk sejumlah bahasa Eropa. Dalam lanskap sastra Arab, namanya dikenal sebagai suara perempuan yang teguh, jujur, dan berani menghadapi realitas sosial.
Selain penghargaan utama, penghargaan khusus “Untuk Inovasi di Bidang Sastra” diberikan kepada penulis asal Indonesia. Penghargaan itu dianugerahkan kepada Denny JA, atas kontribusinya dalam mengembangkan puisi esai, sebuah genre sastra yang memadukan riset faktual, empati kemanusiaan, dan kekuatan bahasa liris.
Dalam sambutannya, Vadim Terekhin menegaskan bahwa penganugerahan Penghargaan Sastra BRICS yang pertama ini merupakan sinyal penting. Bahwa sastra negara-negara BRICS tetap, dan akan terus, menjadi bagian tak terpisahkan dari ruang budaya global.
Ia menyampaikan harapan agar penghargaan yang diberikan kepada Salwa Bakr dan Denny JA menjadi awal dari perjalanan panjang dan bermakna.
Sebuah prolog menuju pengakuan yang lebih luas, tidak hanya di dunia BRICS, tetapi juga di panggung sastra dunia. karya para pemenang direncanakan akan diterjemahkan ke dalam sepuluh bahasa.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi