Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Fuomo Perkuat Kolaborasi Indonesia–Korea–Eropa untuk Ekonomi Kreator

        Fuomo Perkuat Kolaborasi Indonesia–Korea–Eropa untuk Ekonomi Kreator Kredit Foto: Fuomo
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Fuomo membuka 2026 dengan langkah strategis memperkuat posisinya sebagai creator tools melalui kolaborasi lintas benua Indonesia–Korea Selatan–Eropa. Penguatan ini ditandai dengan bergabungnya Kevin Lee dari Korea Selatan sebagai Chief Financial Officer dan Cornelius dari Eropa sebagai Chief Technology Officer, menyusul fase beta launchpada 2025 yang difokuskan pada validasi kebutuhan kreator.

        Langkah tersebut diambil untuk memperkokoh fondasi pengembangan alat monetisasi kreator yang berstandar global namun tetap relevan dengan konteks kreator Indonesia. Fuomo menegaskan arah pengembangannya sebagai tools, bukan sekadar platform, guna membantu kreator memperoleh pendapatan yang lebih adil, transparan, dan berkelanjutan.

        Chief Executive Officer Fuomo Marcell Tee menyatakan persoalan utama kreator bukan terletak pada kreativitas atau jumlah audiens, melainkan pada sistem monetisasi yang kerap tidak transparan. “Kami ingin kreator punya kontrol penuh atas pendapatannya dan memahami dengan jelas bagaimana mereka dibayar. Fuomo dibangun sebagai tools yang memberi kepastian, bukan ketergantungan,” ujarnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (26/1/2026). 

        Baca Juga: Deddy Corbuzier Dukung Flux Creative Universe Kembangkan Industri Kreatif

        Fuomo dikembangkan untuk membantu kreator mengelola karya, komunitas, dan pendapatan secara mandiri. Nama Fuomo merangkum lima nilai utama, yakni Fans, Unlimited, Opportunity, Monetization, dan Outreach. Nilai tersebut menjadi dasar perancangan tools yang memberi kebebasan berekspresi, membuka peluang monetisasi, serta memperluas jangkauan kreator tanpa mengalihkan kepemilikan karya.

        Pendekatan “tools, not platform” diperkuat dengan kehadiran Kevin Lee yang membawa pengalaman dari ekosistem digital Korea Selatan. Menurutnya, keberlanjutan kreator menjadi fondasi model bisnis yang sehat. “Model bisnis yang sehat selalu dimulai dari keberlanjutan kreatornya. Jika kreator memiliki alat yang tepat untuk tumbuh, maka ekosistem bisnisnya akan ikut berkembang,” jelasnya. Prinsip tersebut tercermin dalam struktur monetisasi Fuomo yang dirancang sederhana dan mudah dipahami.

        Dari sisi teknologi, Chief Technology Officer Fuomo Cornelius menyampaikan bahwa Fuomo dibangun sebagai creator tools berbasis cloud yang scalable, stabil, dan aman. Infrastruktur tersebut ditujukan untuk mendukung kreator dari berbagai level. “Ke depannya, kami akan merilis fitur-fitur creator tools baru secara bertahap, termasuk analytics engineberbasis AI. Fitur ini memungkinkan kreator memahami performa penjualan, perilaku supporter, serta mengoptimalkan strategi monetisasi secara lebih presisi,” ujarnya.

        Baca Juga: Bithour Production Dominasi Ajang Penghargaan Kreatif Lewat Kekuatan Data dan Storytelling

        Dalam operasionalnya, Fuomo menerapkan skema monetisasi dengan komisi 10% untuk penjualan konten digital dan 3% untuk dukungan langsung dari penggemar. Kreator dapat menjual konten eksklusif seperti foto, ilustrasi, dan voice note. Fuomo juga menyiapkan penambahan kategori video dan teks. Seluruh fitur terintegrasi dengan analitik audiens untuk membantu kreator memahami komunitas dan pengambilan keputusan berbasis data.

        Chief Marketing Officer Fuomo Triyanto menilai banyak kreator lokal telah konsisten berkarya, namun belum memposisikan diri sebagai pelaku bisnis kreatif. “Fuomo hadir untuk mengubah cara pandang itu. Monetisasi tidak harus menunggu viral. Dengan tools yang tepat, langkah kecil pun bisa menghasilkan pendapatan nyata,” ujarnya.

        Sementara itu, Chief Legal Officer Fuomo Oscar Bambang menegaskan perlindungan hak kreator sebagai fondasi utama ekosistem Fuomo. “Hak cipta sepenuhnya milik kreator dan itu tidak bisa dinegosiasikan. Peran kami adalah memastikan seluruh proses berjalan aman, jelas, dan akuntabel agar kreator bisa fokus berkarya,” tegasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: