Kredit Foto: Istimewa
Geely membekali EX2 dengan paket baterai berkapasitas sekitar 40,8 kWh yang dirancang untuk penggunaan harian di wilayah perkotaan.
Berdasarkan klaim pabrikan, jarak tempuh maksimal EX2 mencapai sekitar 395 kilometer dengan standar pengujian NEDC.
Angka tersebut menempatkan EX2 di kelas menengah mobil listrik kompak dengan jarak jelajah yang cukup luas.
Dalam konteks penggunaan kota besar, jarak tempuh ini dirancang untuk menutup kebutuhan mobilitas harian tanpa pengisian ulang setiap hari.
Rata-rata jarak tempuh pengguna perkotaan berada jauh di bawah kapasitas maksimal yang disediakan baterai EX2.
Dengan jarak jelajah mendekati 400 kilometer, satu kali pengisian penuh cukup untuk beberapa hari pemakaian normal.
Faktor ini menjadi penting bagi pengguna yang belum memiliki fasilitas pengisian daya di rumah.
Geely juga menyiapkan dukungan pengisian cepat untuk memperpendek waktu berhenti saat mengisi daya.
Sistem fast charging memungkinkan baterai terisi dari 30 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 25 menit.
Rentang pengisian tersebut merupakan fase paling efisien dalam proses pengisian baterai litium.
Waktu 25 menit dinilai cukup singkat untuk pengisian di rest area atau pusat perbelanjaan.
Kemampuan ini membuat EX2 lebih fleksibel untuk perjalanan lintas kota jarak dekat.
Bagi pengguna jalan tol, fitur pengisian cepat mengurangi kecemasan kehabisan daya di tengah perjalanan.
Jarak tempuh dan waktu pengisian menjadi dua faktor utama dalam keputusan membeli mobil listrik.
Di Indonesia, keraguan utama konsumen masih berkaitan dengan kecukupan jarak dan ketersediaan waktu isi ulang.
Dengan jarak hampir 400 kilometer, EX2 berada di atas kebutuhan rata-rata perjalanan harian.
Penggunaan dalam kota, antar kantor, antar sekolah, dan aktivitas belanja dapat tertutup dalam satu siklus baterai.
Bahkan untuk perjalanan antar kota jarak menengah, EX2 masih berada dalam batas aman.
Kombinasi kapasitas baterai dan pengisian cepat menempatkan EX2 sebagai EV yang realistis digunakan sehari-hari.
Mobil ini tidak hanya cocok untuk pemakaian komuter, tetapi juga perjalanan akhir pekan jarak dekat.
Strategi ini memperkuat posisi EX2 sebagai mobil listrik non-niche.
Geely menargetkan pengguna yang ingin transisi dari mobil bensin tanpa mengubah pola perjalanan.
Range dan fast charging dirancang agar tidak mengganggu rutinitas pengguna.
EX2 diposisikan sebagai kendaraan listrik yang praktis, bukan sekadar demonstrasi teknologi.
Pendekatan ini membuat EX2 lebih mudah diterima oleh konsumen pemula mobil listrik.
Baca Juga: Kenapa Geely EX2 Cocok Jadi Mobil Listrik Pertama Anak Kota
Geely memanfaatkan aspek jarak dan waktu pengisian sebagai senjata utama penetrasi pasar.
Mobil listrik tidak lagi dibatasi oleh kecemasan jarak tempuh.
EX2 hadir sebagai solusi mobilitas listrik yang cukup untuk kebutuhan harian Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: