Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Setahun Rumah Pendidikan Mengudara, Super Aplikasi Kemendikdasmen Jadi Etalase Lompatan Digital Asta Cita

        Setahun Rumah Pendidikan Mengudara, Super Aplikasi Kemendikdasmen Jadi Etalase Lompatan Digital Asta Cita Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Bandung -

        Ketika transformasi digital pendidikan kerap dipersepsikan sebagai wacana, Super Aplikasi Rumah Pendidikan justru membuktikan sebaliknya.

        Tepat satu tahun sejak dirilis Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Mu’ti pada 21 Januari 2025, platform ini menjelma menjadi “rumah besar” pembelajaran nasional yang aktif digunakan jutaan insan pendidikan dari Sabang hingga Merauke.

        Yudhistira Nugraha, Kepala Pusdatin Kemendikdasmen mengatakan, aplikasi tersebut telah dikunjungi 31,5 juta kali (page views) dari 3,3 juta pengunjung (unique visitor) selama setahun terakhir.

        “Selain itu, ada 1.068 kegiatan pengimbasan serta 58.843 peserta pengimbasan. Jadi, dari semula cetak biru, kini sudah jadi gerak nyata. Setahun Rumah Pendidikan terbukti mampu membangun ekosistem belajar yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya, Senin (26/1/2026).

        Menurutnya, kegiatan tersebut juga efektif membangun kolaborasi ekosistem karena sedikitnya ada tiga komunitas terlibat, yakni Duta Teknologi, Komunitas Belajar.id, dan Komunitas Bergema.

        Ketiganya merupakan bagian relawan Guru Pejuang Digital yang membantu program digitalisasi sesuai Inpres 7 tahun 2025 melalui pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) dan Rumah Pendidikan.

        Selain itu, dari sisi fitur, saat ini Rumah Pendidikan kian valid disebut superaplikasi layanan digital pendidikan.

        Sebab, dalam satu genggaman pengguna, telah ada integrasi lebih dari 950 aplikasi dalam 8 Ruang: Ruang GTK, Ruang Murid, Ruang Sekolah, Ruang Bahasa, Ruang Pemerintah, Ruang Mitra, Ruang Publik, dan Ruang Orang Tua.

        Melalui integrasi semua kebutuhan elemen sekolah itu, maka terbuka akses belajar bagi 51 juta murid serta 4 juta guru dasar dan menengah se-Indonesia melalui materi interaktif, pustaka konten, hingga sistem manajerial yang terus diperluas.

        Penghargaan eksternal pun banyak diberikan kepada Rumah Pendidikan.

        Yudhis, sapaannya, menjelaskan, di level nasional, pihaknya diganjar penghargaan Top Digital Awards 2025, 4 Desember 2025.

        Sebab, aplikasi dinilai sebagai platform ekosistem digital nasional yang menghubungkan pembelajaran, manajemen sekolah, dan data pendidikan dalam satu sistem terintegrasi.

        Selain capaian nasional, dua penghargaan global juga diraih aplikasi signifikan tersebut, yakni meraih dua silver medals pada ajang bergengsi International Customer Experience Awards (ICXA) 2025 yang diselenggarakan di London, Inggris, Rabu, 12 November 2025 lalu.

        Rumah Pendidikan adalah satu dari tiga aplikasi Indonesia yang berjaya di kompetisi bergengsi dunia tersebut.

        Masih di bulan yang sama, juga terpilih masuk Top 10 Global EdTech Prize di World Schools Summit 2025 di Dubai, Uni Emirat Arab.

        Dalam acara tersebut, Pusdatin hadir dalam ajang pertemuan para pemimpin pendidikan yang berkomitmen membentuk masa depan pembelajaran.

        Baca Juga: Kemendikdasmen Tak Akan Tolerir Kekerasan di Sekolah

        "Seluruh pencapaian dan penghargaan tersebut menunjukkan, kapasitas digital pendidikan Indonesia telah berada pada fase lompatan strategis dan bukan hanya pada tataran konsep. Rumah Pendidikan telah memudahkan puluhan juta siswa dan guru mengembangkan kompetensinya serta menjadi infrastruktur digital yang memastikan murid dari perdesaan hingga perkotaan memperoleh pengalaman belajar berkualitas dengan satu pintu akses," jelasnya.

        Dia menekankan, seluruh capaian tersebut diraih berkat arahan dan dukungan dari Menteri Dikdasmen Prof. Mu’ti, Sekjen Kemendikdasmen Suharti, serta seluruh pimpinan unit utama dan pejabat eselon 1 dan 2 di lingkungan Kemendikdasmen RI.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Saepulloh
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: