Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sriwijaya Capital Dukung Transisi Energi Indonesia melalui Investasi Perdana hingga USD 20 Juta di SESNA

        Sriwijaya Capital Dukung Transisi Energi Indonesia melalui Investasi Perdana hingga USD 20 Juta di SESNA Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perusahaan private equity Sriwijaya Capital mengumumkan investasi perdana hingga USD 20 juta di PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA), pengembang energi surya yang menggarap berbagai proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia. Investasi ini menandai langkah strategis Sriwijaya Capital memasuki sektor energi terbarukan, seiring dorongan pemerintah dalam mempercepat transisi energi dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

        Founder dan Chairman Sriwijaya Capital, Arsjad Rasjid, menyatakan bahwa investasi ini sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan.

        “Kami melihat peluang yang sangat besar untuk mendukung platform energi terbarukan yang berada di garis depan transisi energi Indonesia. SESNA merupakan salah satu pemain utama energi terbarukan di Indonesia dengan kemampuan eksekusi yang telah terbukti, sejalan dengan keyakinan kami terhadap peluang dekarbonisasi di Asia Tenggara. Investasi ini tidak hanya mendukung pertumbuhan SESNA, tetapi juga target jangka panjang Indonesia dalam membangun industri yang kompetitif dan berkelanjutan,” ujarnya.

        Sementara itu, Chief Executive Officer Sriwijaya Capital, Hartanto Tjitra, menegaskan komitmen perusahaan dalam bermitra dengan pelaku industri berpotensi tinggi.

        “Kami berfokus pada kemitraan dengan perusahaan yang memiliki peluang menjadi pemimpin di industrinya. Kapabilitas teknis dan disiplin komersial SESNA dalam menjalankan proyek energi terbarukan merupakan potensi besar. Kami berkomitmen bekerja sama dengan Rico dan tim untuk meningkatkan nilai, memperluas skala operasional, serta jangkauan SESNA,” jelasnya.

        Baca Juga: Tekan Emisi dan Hemat Energi, LPCK Perkuat Komitmen Keberlanjutan Kawasan Industri

        Dari pihak SESNA, Chief Executive Officer Rico Syah Alam menyambut kemitraan ini sebagai tonggak penting bagi perusahaan.

        “Kemitraan dengan Sriwijaya Capital memvalidasi strategi kami dalam memperluas solusi energi terbarukan di Indonesia dan Asia Tenggara. Dukungan investasi dan keahlian strategis ini akan mengakselerasi kemampuan kami dalam mengeksekusi proyek energi terbarukan berskala besar. SESNA akan terus mengedepankan eksekusi yang terukur dan fundamental yang kuat sebagai bentuk dukungan terhadap transisi Indonesia menuju energi hijau,” ungkapnya.

        Dalam kemitraan ini, Sriwijaya Capital akan menerapkan pendekatan 3C: Capital, Collaboration, dan Capability, dengan berperan sebagai mitra aktif dalam mendorong pertumbuhan SESNA. Kolaborasi ini hadir di tengah momentum transisi energi nasional, seiring target Net Zero Emissions (NZE) 2060 yang ditetapkan pemerintah, yang membuka peluang besar bagi pengembang energi terbarukan.

        SESNA sendiri memiliki rekam jejak operasional yang solid melalui portofolio PLTS ground-mounted dan rooftop, termasuk Battery Energy Storage Solutions (BESS). Hingga saat ini, SESNA telah mengembangkan lebih dari 30 MWp proyek surya dengan BESS yang telah beroperasi, serta memiliki pipeline pengembangan lebih dari 450 MWp. Investasi Sriwijaya Capital akan mendukung pengembangan proyek PLTS berkapasitas 262 MWp yang terintegrasi dengan BESS 80 MWh di Sulawesi Tengah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Istihanah
        Editor: Istihanah

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel:

        Berita Terkait