Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Menuju Rapat The Fed, Ini Dampak Suku Bunga Dolar Terhadap Bitcoin (BTC)

        Menuju Rapat The Fed, Ini Dampak Suku Bunga Dolar Terhadap Bitcoin (BTC) Kredit Foto: Unsplash/ Bermix Studio
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan menahan suku bunga acuannya pada pengumuman kebijakan terbarunya, dengan hampir tidak ada pelaku pasar yang memperkirakan pemangkasan suku bunga. Keputusan itu akan berdampak terhadap sejumlah instrumen investasi, mulai dari dolar, obligasi hingga bitcoin (BTC).

        Setelah tiga kali pemotongan suku bunga berturut-turut masing-masing sebesar dua puluh lima basis poin, bank sentral itu diprediksi kembali mengambil sikap menunggu dan melihat, sejalan dengan pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell di Desember.

        Meski keputusan suku bunga itu sendiri diperkirakan minim kejutan, perhatian pasar justru tertuju pada konferensi pers setelah rapat. Pernyataan Powell dinilai berpotensi menggerakkan pasar keuangan global, termasuk saham, obligasi, dolar dan aset kripto seperti bitcoin.

        Investor akan mencermati apakah jeda pemangkasan suku bunga ini mencerminkan sikap hawkish atau dovish. Sikap hawkish dapat terlihat jika bank sentral menekankan risiko inflasi yang masih tinggi, yang berpotensi menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga dan melemahkan aset berisiko. Sebaliknya, nada dovish dapat mengisyaratkan bahwa jeda ini bersifat sementara dan pemangkasan dapat dilanjutkan dalam beberapa bulan ke depan.

        Pasar juga akan memperhatikan adanya perbedaan pendapat (dissent) di Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC). Pejabat The Fed, Stephen Miran diperkirakan akan menyuarakan penolakan terhadap keputusan menahan suku bunga dan mendorong pemangkasan agresif sebesar lima puluh basis poin. Bertambahnya jumlah dissenters dapat memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan, yang berpotensi mendukung saham dan bitcoin.

        Powell diperkirakan akan mendapat pertanyaan mengenai alasan mempertahankan suku bunga, serta dampak kebijakan keterjangkauan biaya hidup yang didorong pemerintah terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Pandangannya terhadap kebijakan perumahan dan tarif perdagangan juga akan menjadi sorotan, terutama karena tarif dinilai memiliki dampak inflasi yang tertunda.

        Selain itu, Powell kemungkinan akan ditanya mengenai penyelidikan dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS). Ia diperkirakan akan menghindari pembahasan detail soal penyelidikan tersebut dan berupaya meredam kekhawatiran pasar obligasi.

        Baca Juga: Bitcoin (BTC) Tertekan Saat Geopolitik Panas, Analis: Investor Lebih Pilih Emas!

        Jika pernyataannya menegaskan alasan kuat untuk mempertahankan suku bunga, dolar berpotensi menguat, yang dapat menekan aset berdenominasi dolar seperti bitcoin. Namun, isyarat pelonggaran kebijakan di masa depan dapat memicu reli pada aset berisiko.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: