Kredit Foto: Istimewa
Analis memperkirakan harga emas spot masih berpotensi naik menuju level US$6.000. Kenaikan tersebut akan didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global serta permintaan yang kuat dari bank sentral dan investor ritel.
Survei London Bullion Market Association (LBMA) menunjukkan bahwa sejumlah analis bahkan memproyeksikan harga emas dapat naik hingga US$7.150. Adapun harga emas baru-baru ini melonjak hingga menyentuh rekor tertinggi di US$5.100.
Baca Juga: Saham Emiten Emas Kompak Ngebut Kala Emas Dunia Tembus Rekor US$5.000
“Satu-satunya kepastian saat ini tampaknya adalah ketidakpastian dan itu sangat menguntungkan emas,” kata Analis Independen Ross Norman.
Reli emas dalam beberapa waktu terakhir dipicu oleh berbagai faktor geopolitik, mulai dari ketidakpastian kebijakan tarif, meningkatnya keraguan terhadap independensi bank sentral dan ketegangan hubungan dari Amerika Serikat dan Greenland.
Ketidakpastian politik diperkirakan semakin meningkat menjelang pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat (AS). Sementara kekhawatiran terhadap valuasi pasar saham yang dinilai terlalu tinggi turut mendorong aliran diversifikasi portofolio ke emas.
Pembelian emas oleh bank sentral juga diperkirakan tetap kuat sepanjang tahun ini. Menurut Norman, tren tersebut mencerminkan upaya bank sentral untuk melakukan dedolarisasi cadangan devisa, dengan emas menjadi pilihan utama.
Selain itu, arus masuk ke exchange-traded funds berbasis emas turut menopang harga seiring ekspektasi pasar terhadap kemungkinan penurunan suku bunga lebih lanjut di AS.
Permintaan emas untuk perhiasan tercatat melemah akibat tingginya harga, namun hal tersebut sebagian diimbangi oleh kuatnya pembelian emas batangan kecil dan koin dalam pasar utama seperti India. Minat serupa juga terlihat dalam kawasan euro, meskipun sebagian investor mulai merealisasikan keuntungan.
Bagi banyak investor ritel, daya tarik emas terletak pada kesederhanaannya. Investor tidak perlu menganalisis laporan keuangan, menilai risiko kredit atau mempertimbangkan risiko negara.
Baca Juga: Bitcoin (BTC) Tertekan Saat Geopolitik Panas, Analis: Investor Lebih Pilih Emas!
Risiko utama dalam kepemilikan emas fisik hanya terkait dengan pergerakan harga, yang dinilai semakin menarik di tengah kompleksitas geopolitik dan geoekonomi global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: