Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mojtaba Khamenei: Selat Hormuz Akan Jadi Senjata Iran Menekan Amerika Serikat dan Israel

Mojtaba Khamenei: Selat Hormuz Akan Jadi Senjata Iran Menekan Amerika Serikat dan Israel Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei menegaskan negaranya akan terus berperang dan mempertahankan kendali atas Selat Hormuz. Jalur tersebut akan digunakan sebagai alat tekanan terhadap Israel dan Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Tasnim, Khamenei belum muncul ke publik namun memberikan pesan tegas melalui sebuah pesan yang dibacakan melalui media lokal. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menghentikan perlawanan terhadap Israel dan AS.

Baca Juga: Dubes Iran: Kami Hanya Tuntut Kemenangan

“Saya meyakinkan semua orang bahwa kami tidak akan melupakan untuk membalas darah para martir kalian,” kata Khamenei.

Ia juga menyerukan negara-negara tetangganya untuk menutup pangkalan militer dari Amerika Serikat. Ia menambahkan bahwa tuntutan rakyatnya saat ini adalah melanjutkan pertahanan dan membuat musuh menyesali tindakan mereka.

“Pemblokiran Selat Hormuz harus terus digunakan sebagai alat tekanan,” tegas Khamenei.

Penutupan Selat Hormuz menjadi perhatian global karena jalur tersebut merupakan salah satu chokepoint energi paling penting di dunia. 20% perdagangan minyak dan gas alam cair global biasanya melewati selat tersebut.

Kekhawatiran akan gangguan pasokan energi besar-besaran telah mendorong harga minyak dunia mendekati US$100. Hal tersebut memperbesar tekanan terhadap perekonomian global.

Adapun Khamenei belum memberikan pernyataan mengapa dirinya belum muncul ke publik. Sebelumnya, ia dikabarkan mengalami luka ringan dalam serangan udara yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Intelijen Amerika Serikat: Rezim Iran Masih Solid Meski Dibombardir Hampir Dua Pekan

Ia sendiri disebut sebagai “janbaz”, istilah yang digunaka untuk menyebut veteran perang yang mengalami luka. Namun hingga kini tidak ada kejelasan mengenai kondisi kesehatannya secara rinci.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar