Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kenapa Selat Hormuz Begitu Penting sebagai Jalur Pasokan Minyak Dunia?

Kenapa Selat Hormuz Begitu Penting sebagai Jalur Pasokan Minyak Dunia? Kredit Foto: Associated Press
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang saat ini terjadi akhirnya menyeret juga jalur pasokan minyak dunia yang sangat vital, yakni Selat Hormuz.

Jalur laut di perbatasan selatan Iran ini menjadi rute utama bagi kapal-kapal tanker yang mengangkut minyak dari negara-negara Teluk Persia ke berbagai pasar dunia.

Selat ini merupakan jalur vital bagi ekspor energi dari negara-negara seperti Irak, Kuwait, Arab Saudi, Qatar, dan Iran sendiri. Lebih dari 80 persen minyak yang melewati jalur ini dikirim ke pasar Asia, terutama ke Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan.

Namun memburuknya situasi keamanan membuat lalu lintas kapal tanker di kawasan tersebut pun kena dampak yang serius.

Dalam kondisi normal, sekitar 80 kapal tanker minyak dan gas melintasi Selat Hormuz setiap harinya, dampak perang langsung terasa, cuma dua kapal yang dilaporkan berani melintasi jalur tersebut.

Banyak kapal kini memilih menunggu di perairan sekitar Teluk Persia sambil menanti kepastian keamanan sebelum melanjutkan perjalanan. Nah, persoalannya adalah tidak ada jalur alternatif bagi kapal tanker untuk keluar dari kawasan Teluk selain melalui Selat Hormuz.

Posisi geografis Iran di sepanjang tepian laut itu memberikan negara pengaruh strategis yang sangat besar, meskipun secara hukum internasional tidak sepenuhnya menguasai jalur tersebut.

"Sejak konflik meningkat, beberapa insiden penyerangan terhadap kapal tanker dilaporkan terjadi di kawasan ini. Situasi tersebut membuat perusahaan pelayaran global semakin berhati-hati mengirim kapal melalui jalur tersebut," kata analis dari Michigan University, Steven Ratner.

Krisis di Selat Hormuz juga langsung mengguncang pasar energi dunia, menurutnya, ketidakpastian pasokan dari kawasan Teluk mendorong kenaikan harga minyak global, yang kemudian berdampak pada harga energi di berbagai negara.

Kabar terbaru, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertimbangkan pengiriman pengawalan angkatan laut untuk melindungi kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz.

Langkah pengawalan militer mungkin dapat membantu memulihkan arus pelayaran. Namun hingga kini belum ada kepastian kapan operasi pengamanan tersebut akan mulai dijalankan.

Gangguan di Selat Hormuz dapat memicu dampak besar bagi ekonomi global, mengingat jalur ini merupakan salah satu titik paling vital bagi pasokan energi dunia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: