Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dolar Turun Jelang Rapat The Fed AS

        Dolar Turun Jelang Rapat The Fed AS Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Dolar Amerika Serikat (AS) melemah secara luas pada perdagangan di Senin (26/1). Investor memangkas posisi dolar menjelang kebijakan penting dan kemungkinan pengumuman calon dari Ketua Federal Reserve (The Fed).

        Dilansir dari Reuters, Selasa (27/1), Indeks Dolar (DXY) dilaporkan turun ke 97,058. Hal tersebut mencerminkan tekanan pada mata uang doalr dalam berbagai pasar.

        Baca Juga: Menuju Rapat The Fed, Ini Dampak Suku Bunga Dolar Terhadap Bitcoin (BTC)

        “Ada banyak faktor yang sedang terjadi saat ini, termasuk protes atas insiden penembakan terbaru di Minnesota,” kata Kepala Strategi Pasar Bannockburn Capital Markets, Marc Chandler.

        Chandler menyebut bahwa pasar tengah menyoroti potensi dampak lebih besar dari ketegangan yang muncul setelah seorang warga tewas ditembak oleh agen federal selama operasi penegakan imigrasi di Minneapolis. 

        Chandler juga mencatat bahwa pasar terus mengantisipasi kemungkinan pemerintah mengumumkan pengganti dari Ketua The Fed, Jerome Powell.

        Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memang mengatakan ia akan segera mengumumkan pilihannya soal calon dari Ketua The Fed. 

        The Fed sendiri dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pada Rabu. Mayoritas pelaku pasar memperkirakan bank sentral tersebut akan menahan suku bunga, namun juga mencari petunjuk apakah bank sentral mungkin mengisyaratkan pemangkasan suku bunga di masa depan, dengan sekitar lima puluh basis poin pelonggaran telah tercermin dalam ekspektasi pasar untuk tahun ini.

        Baca Juga: Menhan Jerman Murka, Trump Bakal Diberi Pelajaran Secara Terbuka

        Kombinasi dari prospek kebijakan moneter yang tidak berubah, kekhawatiran politik domestik dan ketegangan sosial turut berkontribusi pada langkah pelaku pasar mengurangi posisi dolar menjelang pekan yang penuh risiko.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: