Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dunia Berubah Gegara Trump, Prancis Kini Dorong 'Buy European Act'

        Dunia Berubah Gegara Trump, Prancis Kini Dorong 'Buy European Act' Kredit Foto: Reuters/Benoit Tessier
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Prancis mengatakan bahwa kawasan euro perlu menerapkan Buy European Act. Hal itu menyusul peta geopolitik yang berubah, yang memaksa kawasan euro untuk mandiri tanpa bantuan dari Amerika Serikat (AS).

        Menteri Urusan Antariksa Prancis Philippe Baptiste mengatakan kawasan euro mesti mengedepankan produk lokal jika ingin serius membangun kemampuan pertahanan yang mandiri, dengan menghentikan pembelian komponen pertahanan dari Non-Eropa.

        Baca Juga: Menhan Jerman Murka, Trump Bakal Diberi Pelajaran Secara Terbuka

        “Dunia telah berubah secara drastis dan sekutu utama kita menjadi sangat tidak terduga,” kata Baptiste. 

        Baptiste merujuk pada kebijakan luar negeri kontroversial dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Uni Eropa saat ini sangat bergantung pada persenjataan buatan negara itu, termasuk rudal, jet tempur dan berbagai produk pertahanan berteknologi tinggi.

        Menurut Baptiste, Eropa juga harus memiliki akses otonom ke luar angkasa, termasuk membangun konstelasi satelit tanpa ketergantungan pada teknologi dari Amerika Serikat.

        “Kita perlu merancang konstelasi satelit yang berarti tidak ada ‘tombol pemutus’ dari Amerika,” ujarnya.

        “Langkah pertama adalah semacam Buy European Act. Hentikan pembelian komponen siap pakai yang bukan buatan dari Eropa," tegasnya.

        Ia juga menegaskan bahwa pengembangan satelit low earth orbit (LEO) harus dilakukan dalam tingkat Uni Eropa. Satelit itu dinilai krusial untuk keperluan pertahanan karena memiliki latensi sinyal yang jauh lebih rendah dibanding satelit orbit tinggi.

        Baca Juga: Trump: AS Akan Dapatkan Kedaulatan atas Wilayah Pangkalan Militer di Greenland

        Baptiste memperingatkan bahwa satelit kini telah dipersenjatai diman negara-negara besar telah menunjukkan kemampuan senjata anti-satelit dan wahana antariksa bermanuver, yang berpotensi mengganggu navigasi dan komunikasi saat konflik.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: