Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Fase Awal Hampir Penuh, Serapan Lahan KEK Industropolis Batang Melonjak

        Fase Awal Hampir Penuh, Serapan Lahan KEK Industropolis Batang Melonjak Kredit Foto: KEK Industropolis Batang
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        KEK Industropolis Batang mencatat serapan lahan signifikan pada fase awal pengembangan hingga awal 2026.Fase 1 kawasan seluas 450 hektare telah terserap 100 persen, sementara Fase 2 seluas 400 hektare telah terserap sekitar 95 persen. Capaian tersebut menandai hampir penuhnya fase awal kawasan industri strategis nasional itu dan mencerminkan meningkatnya minat investasi industri di Jawa Tengah.

        Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang, M. Burhan Murtaki, menyatakan tingkat penyerapan lahan tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap kawasan.

        “Capaian penyerapan lahan ini merupakan refleksi kepercayaan investor terhadap KEK Industropolis Batang sebagai kawasan industri masa depan. Kami tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga ekosistem industri yang berkelanjutan, terintegrasi, dan berdaya saing global,” ujar Burhan, Jakarta, Rabu (28/1/2026). 

        Selain dua fase awal, KEK Industropolis Batang masih memiliki sisa lahan sekitar 1.950 hektare yang saat ini memasuki tahap pengembangan lanjutan. Lahan tersebut disiapkan untuk mengakomodasi masuknya investasi baru pada tahap berikutnya.

        Baca Juga: Tekan Emisi dan Hemat Energi, LPCK Perkuat Komitmen Keberlanjutan Kawasan Industri

        Hingga awal 2026, kawasan ini telah menaungi sembilan tenant industri yang telah beroperasi penuh, yakni PT KCC Glass Indonesia, PT Yih Quan Footwear Indonesia, PT Samator Indogass, PT Sumber Graha Sejahtera, PT SEG Solar, PT Window Shutter Indonesia, PT Rumah Keramik Indonesia, PT Unipack Plasindo, dan PT Wavin Manufacturing Indonesia. Satu tenant lainnya tercatat tengah memasuki tahap operasional penuh.

        Selain tenant reguler, KEK Industropolis Batang juga mengelola sembilan tenant dalam skema Bangun Pabrik Siap Pakai(BPSP), yaitu Bromindo Mekar Mitra, Sinar Trans Global, Anggrek Jingga, GPI Logistic, Daho PNC Indonesia, XRL Travel Indonesia, Nesinak Manufacturing Indonesia, Ace Medical Products Indonesia, serta Crescere Trading Indonesia.

        Di sisi lain, sebanyak 14 tenant masih berada dalam tahap konstruksi. Tenant-tenant tersebut berasal dari berbagai sektor strategis, antara lain industri grinding ball, makanan dan pengolahan makanan, garmen, alat kesehatan, peralatan dokter gigi, industri slat laboratorium, hingga farmasi dan kedokteran.

        Baca Juga: Kawasan Industri Bertransformasi Jadi Akselerator Pertumbuhan Ekonomi

        KEK Industropolis Batang juga mengembangkan fungsi kawasan terpadu di luar aktivitas industri. Pada area hunian dan rumah susun, telah beroperasi sejumlah tenant komersial, terutama di sektor kuliner dan layanan, seperti Locarasa, San Bao, dan 25/7, serta beberapa kafe dan fasilitas penunjang lainnya.

        Sejalan dengan penetapan kawasan ekonomi khusus yang juga mencakup sektor pariwisata, pengelola mulai mengembangkan potensi wisata sebagai bagian dari konsep kawasan terintegrasi. Upaya tersebut dibahas dalam audiensi dengan Menteri Pariwisata Republik Indonesia pada 22 Januari 2026, yang menyoroti arah pengembangan KEK Industropolis Batang sebagai destinasi pariwisata baru yang terintegrasi dengan kawasan industri.

        Burhan menambahkan bahwa pertumbuhan kawasan tidak terlepas dari kolaborasi lintas pemangku kepentingan. “Pertumbuhan KEK Industropolis Batang tidak lepas dari sinergi pemerintah, investor, dan masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus tumbuh secara inklusif serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi regional dan nasional,” katanya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: