Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Elon Musk Sebut Populasi Robot Humanoid Geser Jumlah Manusia

        Elon Musk Sebut Populasi Robot Humanoid Geser Jumlah Manusia Kredit Foto: Instagram/Elon Musk
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk menyebut populasi robot humanoid di Bumi berpotensi menggeser jumlah manusia saat tampil perdana di ajang World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss, pekan lalu.

        Dalam forum ekonomi global yang mempertemukan para pemimpin dunia dan elite bisnis tersebut, Musk melontarkan prediksi mencengangkan tentang masa depan peradaban yang semakin didominasi mesin cerdas.

        Menurut orang terkaya di dunia itu, perkembangan kecerdasan buatan dan robotika akan mendorong rasio robot humanoid terhadap manusia melampaui satu banding satu.

        “Saya pikir kita akan melihat sesuatu yang melampaui rasio 1 banding 1 untuk robot humanoid terhadap manusia,” ujar Musk, dilansir dari Euronews.

        Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa jumlah robot yang beroperasi di masa depan bisa jauh melebihi populasi manusia global yang kini mendekati 8 miliar jiwa.

        Musk menilai perubahan ini akan memicu pergeseran fundamental dalam struktur ekonomi dunia yang selama ini bergantung pada keterbatasan tenaga kerja manusia.

        Ia meyakini robot humanoid akan mengambil alih sebagian besar pekerjaan fisik dan repetitif, sehingga produktivitas ekonomi dapat meningkat secara drastis tanpa hambatan demografi.

        Visi ini tercermin dalam pengembangan Optimus, robot humanoid Tesla yang diklaim mampu menjalankan berbagai tugas, mulai dari pekerjaan berisiko di pabrik hingga membantu pekerjaan rumah tangga.

        Optimisme Musk terhadap robot humanoid juga berkaitan erat dengan strategi bisnis Tesla yang kini menempatkan AI dan robotika sebagai pilar utama pertumbuhan perusahaan.

        Bahkan, potensi robot humanoid disebut-sebut lebih bernilai dibandingkan bisnis mobil listrik Tesla di masa depan.

        Keyakinan investor terhadap visi tersebut terlihat dari persetujuan paket gaji Musk senilai 56 miliar dollar AS atau sekitar Rp16.000 triliun.

        Meski demikian, Musk tetap mengingatkan risiko besar dari kehadiran miliaran robot cerdas tanpa pengawasan ketat.

        Baca Juga: Mobil Listrik Bukan Elon Musk yang Pertama Kali Menemukan

        Ia menegaskan pengembangan kecerdasan buatan harus dikendalikan agar tidak justru menjadi ancaman bagi umat manusia.

        “Kita harus memastikan bahwa hasilnya baik untuk umat manusia,” kata Musk, menutup pernyataannya di Davos.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: