Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Asing Jualan Lagi Rp4,44 Triliun, Saham BBCA Terus Jadi Sasaran!

        Asing Jualan Lagi Rp4,44 Triliun, Saham BBCA Terus Jadi Sasaran! Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (29/1/2026) di zona merah dengan pelemahan 88,35 poin atau 1,06% ke level 8.232,20. Tekanan yang masif bahkan sempat menyeret IHSG jatuh hingga 10% ke posisi 7.481,98.

        Hingga akhir sesi, dominasi tekanan masih terasa kuat di lantai bursa. Sebanyak 521 saham tercatat melemah, sementara hanya 214 saham yang mampu menguat dan 73 saham bergerak stagnan. 

        Aktivitas transaksi sangat ramai dengan volume perdagangan mencapai 99,10 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 4.934.515 kali. Nilai transaksi yang tercatat sepanjang hari mencapai Rp68,16 triliun.

        Baca Juga: Danantara Sudah Investasi Besar di Pasar Modal Indonesia, Pandu Ungkap Saham yang Dikoleksi

        Investor asing masih membukukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp4,44 triliun di seluruh pasar. Tekanan terbesar terjadi di pasar reguler dengan net sell mencapai Rp5,11 triliun. Di sisi lain, pasar negosiasi dan tunai mencatatkan net buy senilai Rp669,83 miliar.

        Aksi jual asing di pasar reguler paling banyak menyasar saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai net foreign sell mencapai Rp2,05 triliun. Meski menjadi sasaran jual terbesar, saham BBCA tetap mampu bangkit dan ditutup menguat 2,49% ke level Rp7.200. 

        Saham perbankan besar lainnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), juga dilepas asing senilai Rp853,63 miliar, namun tetap berakhir menguat 1,54% ke Rp4.630.

        Baca Juga: Buka Suara soal Saham Gorengan, Danantara Singgung Aturan Main Bursa

        Saham Sasaran Jual Asing

        Mengutip data Stockbit, berikut 10 saham sasaran jual asing pada Kamis (29/1)! 

        1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp2,05 triliun 
        2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp853,63 miliar
        3. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp802,85 miliar
        4. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp568,86 miliar
        5. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp311,94 miliar
        6. PT Telkom Indonesia (Persero)Tbk (TLKM) Rp272,97 miliar
        7. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) Rp236,78 miliar
        8. PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp214,36 miliar
        9. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp156,59 miliar
        10. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp125,67 miliar

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: