Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran Pasang Ranjau di Selat Hormuz, Harga Minyak Bisa Tembus US$200!

Iran Pasang Ranjau di Selat Hormuz, Harga Minyak Bisa Tembus US$200! Kredit Foto: Annisa Nurfitri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran dilaporkan telah menempatkan sekitar selusin ranjau laut dalam perairan dari Selat Hormuz. Hal ini langkah berpotensi mempersulit pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut di tengah perang dengan Amerika Serikat dan Israel.

Dikutip dari CNN, Iran memasang ranjau tersebut dalam beberapa hari terakhir sebagai bagian dari responsnya terhadap operasi militer yang sedang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Baca Juga: Lawan Iran, Trump Klaim Amerika Serikat Menang dalam Satu Jam: 58 Kapal Sudah Hancur

Teheran baru-baru ini bahkan memperingatkan bahwa dunia harus bersiap menghadapi kemungkinan harga minyak melonjak hingga US$200. Hal ini menambah kekhawatiran terkait dengan kemungkinan penyebaran ranjau di Selat Hormuz.

Adapun Amerika Serikat dilaporkan sudah mengetahui ebagian besar lokasi ranjau tersebut sudah diketahui, namun belum ada kejelasan mengenai bagaimana mereka akan menanganinya.

Sebelumnya Washington menyatakan telah menyerang sejumlah kapal yang diduga digunakan untuk menebar ranjau oleh Iran. 16 kapal penebar ranjau setidaknya telah dihancurkan dalam operasi terbaru.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sebelumnya juga menuntut pengangkatan seluruh ranjau yang dipasang di Selat Hormuz. Ia juga memperingatkan konsekuensi militer jika ranjau tersebut tidak segera disingkirkan oleh Iran.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia. 20% pasokan minyak global dan gas alam cair (LNG) melewati jalur sempit tersebut di Teluk Persia.

Baca Juga: Diungkap Iran, Begini Kondisi Terbaru Mojtaba Khamenei

Kemampuan Iran untuk mengganggu lalu lintas kapal dalam kawasan ini memberikan pengaruh besar terhadap pasar energi global. Sejak perang dimulai, ekspor minyak dan gas melalui jalur tersebut praktis terhenti, memicu kekhawatiran besar di pasar energi dan mendorong lonjakan harga minyak dunia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar