Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Penjualan iPhone 17 Topang Pendapatan Apple Tembus Rp2.259 Triliun

        Penjualan iPhone 17 Topang Pendapatan Apple Tembus Rp2.259 Triliun Kredit Foto: Apple
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Apple membuka awal 2026 dengan kinerja keuangan solid setelah penjualan iPhone 17 menjadi motor utama pertumbuhan perusahaan.

        Lonjakan permintaan terhadap lini iPhone terbaru ini memberi sinyal kuat bahwa siklus produk Apple masih jauh dari kata jenuh.

        Manajemen Apple menilai iPhone 17 berhasil menjaga daya tarik perusahaan di tengah kekhawatiran pasar terhadap perlambatan bisnis perangkat keras.

        Kepercayaan investor pun menguat menyusul laporan kinerja kuartalan terbaru.

        Saham Apple tercatat sempat menguat sekitar 3,5 persen dalam perdagangan setelah jam bursa usai laporan keuangan dirilis.

        Kontribusi terbesar datang dari segmen iPhone.

        Pendapatan iPhone Apple tercatat menembus sekitar Rp1.339 triliun, melampaui ekspektasi analis yang sebelumnya berada di kisaran Rp1.235 triliun.

        Capaian tersebut menjadi penopang utama pertumbuhan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

        Pada kuartal pertama yang berakhir 27 Desember 2025, total pendapatan Apple naik 16 persen secara tahunan menjadi sekitar Rp2.259 triliun.

        Laba per saham pada periode yang sama tercatat setara sekitar Rp44.600 per saham.

        Secara geografis, performa penjualan iPhone menunjukkan penguatan hampir di seluruh wilayah.

        Rekor penjualan baru tercatat di berbagai pasar utama, memperkuat posisi ekosistem Apple di tengah kompetisi ketat dengan vendor Android global.

        Pemulihan paling mencolok terjadi di kawasan China Raya.

        Pendapatan Apple di wilayah tersebut melonjak 38 persen secara tahunan hingga mencapai sekitar Rp401 triliun.

        CEO Apple Tim Cook menyebut iPhone 17 sukses menarik gelombang pengguna Android di pasar China.

        Selain China, India muncul sebagai sumber pertumbuhan baru yang semakin strategis.

        Permintaan iPhone di India terus meningkat seiring perluasan distribusi dan adopsi perangkat premium.

        Meski mencatat kinerja positif, Apple tidak menutup mata terhadap tantangan operasional.

        Gangguan rantai pasok global masih membayangi, terutama keterbatasan pasokan prosesor dari TSMC dan kelangkaan chip memori DRAM.

        “Saat ini kami mengalami keterbatasan pasokan, dan sulit memprediksi kapan keseimbangan antara pasokan dan permintaan akan tercapai,” kata Tim Cook.

        Di tengah tekanan tersebut, Apple tetap menargetkan margin kotor yang kuat.

        Perusahaan optimistis margin kotor dapat dipertahankan di kisaran 48 hingga 49 persen pada kuartal mendatang.

        Optimisme itu diperkuat oleh basis perangkat aktif Apple yang kini mencapai sekitar 2,5 miliar unit secara global.

        Apple juga mempercepat langkahnya di sektor kecerdasan buatan melalui akuisisi startup Q.ai.

        Strategi ini dipandang sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang Apple di luar penjualan perangkat.

        Dengan kombinasi lonjakan iPhone 17, pemulihan pasar utama, dan penguatan teknologi, Apple menegaskan posisinya sebagai salah satu raksasa teknologi dengan pertumbuhan paling stabil di awal 2026.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: