Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bos OJK & BEI Kompak Mundur, Airlangga: Tidak Ada Kekosongan Kepemimpinan!

        Bos OJK & BEI Kompak Mundur, Airlangga: Tidak Ada Kekosongan Kepemimpinan! Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan tidak ada kekosongan kepemimpinan di sektor jasa keuangan menyusul pengunduran diri massal sejumlah petinggi OJK dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Pemerintah bergerak cepat dengan menunjuk pejabat pelaksana tugas guna menjaga stabilitas pasar modal.

        Airlangga menegaskan bahwa Presiden telah menginstruksikan Kementerian Keuangan, OJK, dan BEI untuk memastikan seluruh kegiatan operasional tetap berjalan normal di masa transisi. Pengisian jabatan dilakukan seketika agar tidak terjadi gangguan pada fungsi regulasi dan pengawasan.

        Baca Juga: Rekam Jejak Friderica Widyasari: Dari 'Ring 1' Bursa Kini Jadi Panglima Perlindungan Konsumen OJK

        "Bapak Presiden telah menginstruksikan Kementerian Keuangan serta jajaran pengurus OJK dan Bursa Efek Indonesia untuk memastikan bahwa kegiatan operasional bursa tetap berjalan dengan normal dengan kepemimpinan transisi. Kemudian tidak ada kekosongan kepemimpinan atau dalam pengawasan keuangan ataupun pasar modal," tegas Airlangga dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

        Menindaklanjuti arahan tersebut, Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK secara resmi mengangkat Friderica Widyasari Dewi sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK. Friderica mengisi posisi yang ditinggalkan Mahendra Siregar dan Mirza Adityaswara.

        "Anggota Dewan Komisioner telah melakukan Rapat Dewan Komisioner, kami telah memutuskan yang pertama mengangkat saya, Friderica Widyasari Dewi, sebagai pejabat sementara Ketua dan juga Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK," ujar Friderica dalam kesempatan yang sama.

        Selain di OJK, posisi strategis di bursa juga langsung terisi. Direktur BEI Jeffrey Hendrik mengonfirmasi bahwa internal bursa telah melakukan rapat direksi yang disetujui Dewan Komisaris untuk menunjuk pejabat Direktur Utama yang baru. Langkah ini diambil untuk memberikan jaminan kepada investor domestik maupun global bahwa sistem tetap dikelola sesuai standar good governance.

        Baca Juga: Airlangga: Pemerintah Tak Tolerir Saham Gorengan, Merusak Kepercayaan!

        Airlangga menjamin bahwa institusi keuangan Indonesia saat ini sangat kuat dan memiliki sistem yang mapan. Pejabat yang ditunjuk akan memastikan seluruh aktivitas perdagangan berjalan tanpa gangguan. Pemerintah berdiri teguh di belakang pasar keuangan untuk memastikan iklim investasi tetap transparan, adil, dan berkelas dunia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: