Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Wajib Tahu! Kenapa Range NEDC MG S5 EV Lebih Tinggi dari Realita

        Wajib Tahu! Kenapa Range NEDC MG S5 EV Lebih Tinggi dari Realita Kredit Foto: MG
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        MG S5 EV menjadi perbincangan hangat karena diklaim memiliki baterai 50-64 kWh dengan angka jarak tempuh NEDC hingga sekitar 550 km, yang terdengar luar biasa untuk SUV listrik setengah ton ini.

        Angka 550 km berdasarkan NEDC sering dipakai dalam materi pemasaran karena metodologi testing yang lebih ‘optimis’ dan memberi hasil lebih tinggi dibanding standar lain seperti WLTP atau kondisi nyata di jalan.

        Sementara itu, standar WLTP (Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure) dirancang lebih realistis dibanding NEDC, dengan kondisi pengujian yang lebih meniru situasi nyata sehingga biasanya menghasilkan angka range yang lebih rendah.

        Misalnya untuk varian baterai 64 kWh, WLTP mencatat range sekitar 460-480 km tergantung spesifikasi regional, angka yang berbeda dari klaim NEDC tetapi lebih dekat dengan performa nyata kendaraan listrik.

        Namun ketika dipakai di kehidupan sehari-hari, real-world range sering kali lebih rendah lagi karena konsumsi energi dipengaruhi banyak faktor seperti kecepatan berkendara, penggunaan AC, kondisi jalan, dan cuaca.

        Dalam uji independent real-world, efisiensi energi MG S5 EV dengan baterai sekitar 60 kWh menghasilkan range gabungan antara 300-350 km, tergantung apakah perjalanan dominan di jalan raya atau jalan kota.

        Baca Juga: Bulan Januari 2026, BYD Melaporkan Terjadi Penurunan dari Segi Penjualan Mobil Listrik

        Perbedaan ini bukan berarti klaim pabrikan salah, melainkan karakteristik range listrik yang memang tergantung pada protokol pengujian: NEDC angka optimal, WLTP lebih realistis, dan real-world akhirnya tergantung kondisi nyata pengguna.

        MG S5 EV mengusung konsep SUV listrik kompak yang cocok untuk mobilitas harian keluarga dan penggunaan lintas kota, dengan desain kokoh dan kabin yang cukup lapang untuk lima penumpang dewasa.

        Di bagian tenaga, varian tertinggi mampu menghasilkan power hingga sekitar 245 hp (sekitar 170 kW) dan torsi puncak 350 Nm, menjanjikan akselerasi responsif yang cocok untuk kebutuhan urban maupun tol.

        SUV ini tersedia dalam beberapa pilihan baterai: sekitar 50 kWh untuk varian standar serta sekitar 64 kWh untuk varian long-range yang memberi potensi jarak tempuh lebih jauh.

        Sistem pengisian cepat DC memungkinkan baterai terisi dari sekitar 10 % ke 80 % hanya dalam sekitar 26 menit pada jaringan fast-charging yang sesuai, menjadikannya relatif praktis untuk road trip atau penggunaan jangka panjang.

        Penggunaan platform EV khusus juga menghadirkan fitur keselamatan dan kenyamanan standar yang modern, seperti sistem infotainment layar lebar, konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto, serta berbagai sensor keselamatan.

        Kapasitas bagasi di belakang cukup luas, dengan ruang yang dapat diperluas saat jok belakang dilipat: menawarkan fleksibilitas ruang untuk barang bawaan keluarga atau perlengkapan harian.

        MG telah memastikan SUV listrik ini akan tampil di IIMS 2026, ajang otomotif besar di Indonesia, di mana pabrikan juga dijadwalkan mengumumkan harga resmi serta varian yang dipasarkan lokal.

        Walaupun harga resmi belum dirilis oleh MG Motor Indonesia, prediksi di segmen SUV listrik kompak menempatkannya kompetitif di tengah rival seperti BYD Atto 3, Geely EX5, dan Chery E5.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: