Kredit Foto: Youtube KPK
Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel memberikan tanggapan pedas terhadap respons Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait peringatannya bahwa sang menteri akan menjadi target operasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pernyataan ini dilontarkan Noel sebelum menjalani sidang kasus korupsi, Senin (2/2).
Noel merasa kecewa dengan respons Purbaya yang dinilainya dingin dan negatif. "Padahal maksud saya kan baik. Tapi responnya negatif," ujarnya.
Ia kemudian menjelaskan maksud istilah "di-Noel-kan" yang sempat ia gunakan. "Di OTT (Operasi Tangkap Tangan) itu, 'di-Noel-kan' maksudnya dicari-cari kesalahannya. Emang Pak Purbaya orang suci? Sampaikan ke beliau, beliau itu orang suci?" tantang Noel.
Sebelumnya, pada Senin (26/1), Menteri Purbaya menanggapi dingin peringatan kontroversial dari Noel. “Saya enggak ngerti, apa sih maksudnya?” tanya Purbaya saat ditemui usai Sidang Aduan Debottlenecking Satgas P2SP. “Pak Noel kan terima duit. Gua mah enggak terima.”.
Menanggapi hal itu, Noel menyebut praktik yang ia lakukan hampir dilakukan semua pejabat. "Praktik yang kayak saya ini, hampir semua pejabat melakukan, kok. Jangan konyol," ucapnya.
Noel kemudian mengulang tantangannya kepada Menteri Keuangan. "Kalau Pak Purbaya orang suci, suruh bersumpah sama saya, dia orang suci atau bukan."
Dalam kesempatan tersebut, Noel juga menyampaikan kritik keras terhadap sistem penegakan hukum dan budaya bangsa. Ia merasa bahwa prestasi dan keberpihakan kepada rakyat justru kerap menjadikan seseorang target operasi.
"Bangsa ini enggak suka orang berprestasi. Bangsa ini enggak suka orang yang berpihak. Sedikit berprestasi, menjadi target operasi. Sedikit berpihak kepada rakyat, dijadikan target operasi," tuturnya.
Noel lalu mengutip pernyataan Bung Karno untuk memperkuat argumennya. "Makanya Bung Karno bilang, 'Saya lebih mudah melawan Belanda daripada melawan bangsamu sendiri.' Nanti penjajahnya kayak kita begini, nih."
Noel kembali mengingatkan bahwa operasi KPK ke depan akan menyasar pejabat tinggi. “Enggak lama lagi, ada gubernur, menteri, dan bupati. Karena motivasi mereka seperti apa yang disampaikan Pak Prabowo. KPK gagal memberantas korupsi.”.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: