Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pandu Ungkap Aksi Danantara di Pasar Saham

        Pandu Ungkap Aksi Danantara di Pasar Saham Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mulai aktif berpartisipasi dalam perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan membeli saham-saham domestik yang dinilai memiliki fundamental kuat dan valuasi menarik. Keterlibatan tersebut dilakukan sebagai pembeli saham di pasar sekunder dengan fokus pada emiten berprofil bisnis solid.

        Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir mengatakan pembelian saham dilakukan karena Danantara menilai kondisi ekonomi Indonesia masih kuat dan valuasi saham domestik relatif menarik.

        “Kami hanya pembeli saham. Kami kan ikut membeli saham bagian dari ini untuk apa namanya? Karena kami merasa saham-saham di Indonesia tuh menarik karena ekonominya juga bagus dan saya merasa valuasinya juga sangat menarik,” ujar Pandu di Gedung BEI, Jakarta, Senin (2/2/2026).

        Baca Juga: IHSG Masih Terkapar Ratusan Saham Anjlok, Bos Danantara Sebut Koreksi Alam

        Menurut Pandu, Danantara berperan sebagai partisipan aktif di pasar modal dengan kriteria selektif. Fokus utama diarahkan pada saham-saham yang memiliki arus kas kuat, profil bisnis yang jelas, valuasi wajar, serta didukung likuiditas yang memadai.

        “Kita aktif partisipan membeli saham-saham yang tadi saya bilang, cash flow-nya bagus, memiliki profil bisnis yang bagus, valuasi yang baik, dan juga perlu likuiditas yang baik,” katanya.

        Pandu menyampaikan, di tengah tekanan yang sempat terjadi di pasar modal, Danantara mencermati adanya pergeseran minat investor. Ia menyebut saham-saham dengan fundamental kuat justru mencatatkan pembelian bersih.

        “Kalau dilihat saham-saham yang fundamental itu mengalami malah net buy dan positif,” ujarnya.

        Baca Juga: Buat IHSG Ambruk Berjilid-jilid, Ini Hasil Pertemuan OJK, BEI Hingga Danantara dengan MSCI

        Sebaliknya, Pandu mengamati koreksi terjadi pada saham-saham yang sebelumnya memiliki valuasi sangat tinggi atau dinilai kurang layak untuk investasi.

        “Kalau dilihat saham-saham yang fundamental itu mengalami malah net buy dan positif,” tuturnya.

        Ia juga menyinggung aktivitas investor asing yang mulai mencatatkan pembelian bersih pada paruh pertama perdagangan, meski secara umum volume transaksi pasar mengalami penurunan.

        “Kalau lihat top 10, top 15 buy, top 10, top 15 sell, seperti yang kita bicarakan hari Minggu kemarin, malah memang sekarang mulai terjadi,” kata Pandu.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: