Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Bursa Asia anjlok signifikan pada perdagangan di Senin (2/2). Penurunan dipimpin oleh penurunan saham-saham teknologi, menyusuk kepanikan investor terhadap sejumlah laporan kinerja sektor terkait dan arah ekonomi global.
Berikut ini adalah catatan pergerakan sejumlah indeks utama dari Bursa Asia. Bursa Korea Selatan menjadi sorotan dalam perdagangan kali ini:
- Hang Seng (Hong Kong): Turun 2,23% ke 26.775,57
- CSI 300 (China): Turun 2,13% ke 4.605,98
- Shanghai Composite (China): Turun 2,48% ke 4.015,75
- Nikkei 225 (Jepang): Turun 1,25% ke 52.655,18
- Topix (Jepang): Turun 0,85% ke 3.536,13
- Kospi (Korea Selatan): Turun 5,26% ke 4.949,67
- Kosdaq (Korea Selatan): Turun 4,44% ke 1.098,36.
Di Korea Selatan, indeks tertekan oleh penurunan saham perusahaan semikonduktor besar. Sentimen terhadap saham terkait akal imitasi memburuk setelah laporan kinerja mengecewakan dari Microsoft Corporation.
Microsoft melaporkan lonjakan biaya akibat investasi besar dalam sektor akal imitasi dengan hasil yang belum memuaskan. Hal itu memicu kekhawatiran terhadap pecahnya bubble saham teknologi.
Di China, data resmi terbaru menunjukkan indeks manufaktur (PMI) pemerintah kembali berada tak mencapai 50. Level tersebut menandakan kontraksi aktivitas pabrik dan lemahnya permintaan domestik.
Namun RatingDog menunjukkan bahwa indeks manufaktur manufaktur versinya, yang berfokus pada perusahaan swasta kecil, justru kembali ke zona ekspansi.
Secara keseluruha, perhatian pelaku pasar selanjutnya akan tertuju kepada laporan keuangan Amazon dan Alphabet. Kedua perusahaan tersebut dipandang sebagai indikator utama permintaan komputasi awan dan teknologi akal imitasi.
Sentimen pasar juga akan terus dibayangi faktor kebijakan moneter dari Amerika Serikat. Kevin Warsh dicalonkan sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed). Ia dikenal memiliki pandangan hawkish dan fokus pada risiko inflasi, sehingga memicu kekhawatiran pasar terhadap arah suku bunga.
Baca Juga: Polisi Selidiki Saham Gorengan, Ini Respons OJK
Di pasar komoditas, harga emas dan perak mengalami tekanan setelah investor melakukan aksi ambil untung menyusul reli tajam pada pekan sebelumnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: