Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Tekanan pasar yang mendorong pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru dimanfaatkan Danantara untuk mulai aktif mengoleksi saham, terutama emiten dengan fundamental kuat dan arus kas sehat.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menilai pelemahan IHSG yang terjadi usai akhir pekan masih dalam batas wajar, meski diiringi penurunan aktivitas perdagangan dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Seperti yang diketahui, selain karena pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) serta empat pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tekanan pasar masih berlanjut seiringan dengan agenda pertemuan BEI-OJK dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
“Kalau dilihat dari sisi trading ini memang agak menurun,” ujar Pandu di Gedung BEI, Jakarta pada Senin (2/2/2026).
Meski begitu, ia masih melihat ada minat beli dari investor asing pada paruh pertama perdagangan.
“Kita melihat net foreign buy first half,” ucapnya.
Menurut Pandu, koreksi justru banyak terjadi pada saham-saham yang selama ini dinilai mahal dan kurang menarik secara valuasi.
“Yang kedua memang banyak retail melihat ini banyak saham-saham yang kemarin saya bilang uninvestability atau saham-saham yang memang dengan valuasi yang sangat tinggi mengalami koreksi,” katanya.
Bahkan sebaliknya, saham dengan fundamental yang kuat mulai dikoleksi oleh investor institusi.
“Saham-saham yang fundamental itu mengalami malah net buy dan positif,” ujar Pandu.
Usai melihat adanya pergeseran perilaku tersebut, Pandu mengatakan bahwa Danantara kini mulai aktif berpartisipasi di pasar saham dan mengoleksi saham dengan arus kas sehat, fundamental kuat, dan likuiditas yang baik, meski tanpa merinci sektor maupun nilai transaksi.
“Kami juga di Danantara sudah aktif juga di pasar hari ini,” katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: