- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Tak Sekadar Respons MSCI, Prabowo Perintahkan Transparansi Saat IHSG Ambruk Berjilid-jilid
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan pembenahan pasar modal nasional dengan menekankan penerapan standar internasional tertinggi, penguatan transparansi, dan peningkatan kepercayaan investor sebagai agenda struktural jangka panjang.
CEO Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan Presiden menitikberatkan agar pengelolaan bursa dijalankan sesuai standar internasional tertinggi karena mencerminkan tingkat kepercayaan pasar dan menentukan minat investasi jangka panjang.
“Ya, arahannya ya harus bahwa bursa kita ini harus sesuai dengan standar yang paling tinggi, standar internasional yang tinggi karena itu kan juga mencerminkan kepercayaan. Jadi ya, dan harus dijalankan sesuai dengan yaitu transparansi dan karena ini akan sangat menentukan confidence berinvestasi baik di pasar saham dan juga bisa meningkatkan investasi dalam jangka panjang lainnya,” kata Rosan saat ditemui di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga: Danantara Incar Saham BEI, Rosan Sebut Kisaran Bisa 15-30%
Rosan menegaskan, arahan tersebut tidak semata merespons penilaian Morgan Stanley Capital International (MSCI) maupun isu demutualisasi bursa, melainkan mendorong penguatan pasar modal secara struktural.
Pemerintah, kata dia, memprioritaskan peningkatan kualitas tata kelola, transparansi, dan kepercayaan investor, baik domestik maupun global.
“Untuk lebih meningkatkan apa bursa kita, capital market kita ini menjadi lebih baik, lebih transparan, dan kepercayaannya juga lebih meningkat, baik dalam maupun luar negeri. Itu yang kita sampaikan,” ujar Rosan.
Baca Juga: Demutualisasi BEI, Antara Reformasi dan Risiko Dominasi
Ia juga meluruskan isu yang menyebut adanya komunikasi kebijakan lintas kementerian tanpa koordinasi dalam pembahasan MSCI dan demutualisasi bursa. Menurut Rosan, pembahasan dilakukan secara kolektif dan terkoordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait.
“Enggak lah, itu kan kita bersama-samalah. Kan ditanya oleh Bapak Presiden bagaimana mengenai perkembangan di bursa. Ya kami bersama-sama dengan kementerian yang membidangi bidang perekonomian itu bersama-sama dengan Pak Airlangga Hartarto, dengan Pak Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan ke beliau perkembangan apa, terus apa yang harus dilakukan dalam rangka apa kita tidak hanya merespons MSCI,” katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri