- Home
- /
- New Economy
- /
- CSR
Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Berdayakan 15 Ribu Pelaku Usaha hingga Naik Kelas
Kredit Foto: Istimewa
Bank Mandiri memperkuat komitmennya untuk mempercepat dan mengembangkan ekosistem pelaku UMKM kreatif nasional dari Sabang hingga Merauke.
Komitmen ini diwujudkan secara berkelanjutan melalui pendekatan terpadu yang meliputi pembiayaan, pendampingan usaha, serta pengembangan ekosistem keuangan guna mendukung UMKM agar semakin produktif dan kompetitif.
Direktur Network & Retail Funding Bank Mandiri, Jan Winston Tambunan, menyatakan bahwa UMKM memainkan peran penting dalam perekonomian nasional dengan kontribusi yang signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja dan aktivitas ekonomi.
Oleh karena itu, penguatan kapabilitas UMKM diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui perluasan kesempatan kerja baru.
“Kami melihat penguatan ekosistem sebagai kunci agar UMKM mampu bertumbuh secara konsisten dan berdaya saing, sejalan dengan peran kami sebagai mitra strategis pemerintah untuk memperluas ekonomi kerakyatan dan pelaku UMKM dari seluruh wilayah Tanah Air,” kata Jan Winston, di Jakarta, Rabu (4/2).
Bank Mandiri secara konsisten memperkuat kapasitas pelaku usaha di berbagai daerah melalui pembinaan terstruktur dan berkelanjutan melalui program Rumah BUMN.
Hingga saat ini, lebih dari 15.000 UMKM telah mendapatkan pendampingan, dengan lebih dari 7.000 di antaranya berhasil naik kelas sebagai cerminan efektivitas program dalam mendorong peningkatan kualitas usaha, akses pasar, dan daya saing UMKM binaan.
Komitmen bank berlogo pita emas itu juga ditunjukan melalui perluasan akses pembiayaan bagi segmen UMKM. Sejak Januari hingga November 2025, penyaluran kredit UMKM Bank Mandiri telah mencapai Rp74,9 triliun
Pada saat bersamaan, untuk mendukung layanan keuangan pelaku UMKM, Bank Mandiri juga mengoptimalkan layanan finansial terintegrasi Livin’ Merchant.
Aplikasi yang berfungsi sebagai enhanced point of sales (POS) ini telah digunakan oleh lebih dari 3 juta pelaku usaha.
Terbaru, komitmen pemberdayaan UMKM ditunjukan lewat kolaborasi Bank Mandiri dengan Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) dengan menggelar ajang International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026 yang berperan sebagai platform strategis penguatan kapasitas dan daya saing UMKM.
Jan Winston menyebutkan, kolaborasi tersebut menegaskan komitmen perseroan dalam mendukung penguatan UMKM sektor kreatif melalui pengembangan kreativitas berbasis kearifan lokal.
Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong peningkatan daya saing sekaligus memperluas peluang ekspor produk kerajinan lokal ke pasar global.
“Kolaborasi ini merupakan platform strategis yang mempertemukan kreativitas, nilai budaya, dan peluang usaha, sehingga relevan dengan komitmen kami dalam membangun ekosistem UMKM yang terintegrasi,” ujar Jan Winston.
Jan Winston menambahkan, sepanjang 2025, lebih dari 2.500 tenant UMKM dari berbagai wilayah serta total kunjungan yang melampaui 140.000 pengunjung telah berpartisipasi dalam Inacraft sebagai hasil kolaborasi Bank Mandiri dengan ASEPHI.
Capaian tersebut mencerminkan potensi sektor kriya sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif nasional yang inklusif dan bernilai tambah.
Dalam gelaran ini, Bank Mandiri turut mendukung peningkatan kapabilitas UMKM binaan dengan menghadirkan booth-booth UMKM sebagai sarana promosi, penguatan branding, serta perluasan akses pasar.
UMKM binaan Bank Mandiri yang dihadirkan antara lain Lavira Instyle, Antingz Bags, House of Thalita, Edith House, Deisha Keisha, dan Ghawean Dewe, yang bergerak di berbagai subsektor kriya dan fesyen, mulai dari produk kerajinan, aksesori, hingga busana.
Tidak hanya itu, Bank Mandiri turut memperluas upaya pemberdayaan UMKM kreatif melalui pendekatan keberlanjutan yang terintegrasi melalui Mandiri Looping for Life.
Dalam gelaran Inacraft 2026, Mandiri Looping for Life menggandeng Rue sebagai salah satu brand kriya Indonesia yang merepresentasikan perpaduan kreativitas, keberlanjutan, dan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
Inisiatif pemberdayaan UMKM dan penguatan praktik keberlanjutan yang dihadirkan Bank Mandiri melalui berbagai program di Inacraft 2026 tersebut sejalan dengan upaya perseroan dalam memberikan nilai tambah secara langsung kepada masyarakat.
Komitmen ini diwujudkan melalui pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan secara konsisten, terarah, dan berkelanjutan sebagai bagian integral dari strategi perusahaan.
Bukan hanya penguatan ekosistem UMKM kreatif, kegiatan ini lanjut Jan Winston juga turut mendorong peningkatan inklusi keuangan, lewat pembukaan rekening baru, aktivasi EDC, serta peningkatan adopsi Livin’ Merchant di kalangan UMKM.
Langkah ini berkontribusi pada percepatan digitalisasi transaksi, peningkatan efisiensi usaha, dan penguatan akses layanan keuangan formal secara berkelanjutan kepada masyarakat.
Selama masa penyelenggaraan, Bank Mandiri menghadirkan program transaksi berupa raffle berhadiah dengan transaksi menggunakan QR Bayar, Kartu Debit, dan Kartu Kredit Bank Mandiri, penukaran Livin’poin dengan merchandise eksklusif, cashback hingga Rp100 ribu untuk transaksi Mandiri Kartu Kredit dan QR Bayar, serta program cicilan 0 persen hingga tenor enam bulan.
Bank Mandiri juga menghadirkan rangkaian aktivitas Mandiri Looping for Life sebagai bagian dari komitmen keunggulan berkelanjutan.
Khusus untuk pengunjung dan pelaku usaha, Bank Mandiri menyediakan program akuisisi berupa cashback hingga Rp200 ribu dan reward tiket Inacraft untuk pembukaan Tabungan NOW dan aktivasi Livin’, welcome bonus hingga Rp1,5 juta serta bebas biaya membership hingga satu tahun untuk pembukaan Mandiri Kartu Kredit.
Bank Mandiri turut memberikan souvenir khusus bagi pelaku UMKM yang mengajukan Kredit Mikro Produktif (KUR dan KUM), serta program Livin’ Merchant berupa special rate MDR, bebas biaya device card dongle, bonus voucher Indomaret Rp50 ribu, dan harga spesial bundling device Samsung Galaxy dengan kartu perdana Telkomsel.
“Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung penguatan dan pemberdayaan UMKM, guna memastikan pembangunan ekonomi berbasis desa dan daerah berjalan secara konsisten, terukur, unggul, dan berkelanjutan,” pungkas Jan.
Informasi lengkap mengenai program Inacraft 2026 dapat diakses melalui bmri.id/inacraftfeb2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat