Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BPS Laporkan Ekonomi RI Kuartal IV 2025 Tumbuh 5,39%, Tertinggi Sejak Pandemi

        BPS Laporkan Ekonomi RI Kuartal IV 2025 Tumbuh 5,39%, Tertinggi Sejak Pandemi Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 mencapai 5,39% secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2024 yang tercatat 5,02%.

        Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan IV 2025 atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat sebesar Rp6.147,2 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp3.474,5 triliun.

        “Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 bila dibandingkan dengan triwulan IV 2024 atau secara year on year mengalami pertumbuhan sebesar 5,39%,” kata Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

        Baca Juga: BPS Umumkan Ekonomi RI Tumbuh 5,11% Sepanjang 2025

        Sebagai perbandingan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2021 tercatat 5,03%, kuartal IV 2022 sebesar 5,01%, kuartal IV 2023 sebesar 5,04%, dan kuartal IV 2024 sebesar 5,02%.

        Amalia menyatakan, capaian tersebut merupakan pertumbuhan ekonomi kuartal IV tertinggi sejak pandemi COVID-19.

        “Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 yang sebesar 5,39% ini merupakan pertumbuhan tahunan triwulan IV tertinggi pascapandemi COVID-19,” ujarnya.

        Secara kumulatif sepanjang 2025, ekonomi Indonesia mencatatkan PDB atas dasar harga berlaku sebesar Rp23.821,1 triliun dan atas dasar harga konstan sebesar Rp13.580,5 triliun. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat 5,11%.

        Dari sisi lapangan usaha, pada triwulan IV 2025 hampir seluruh sektor mencatatkan pertumbuhan positif secara tahunan, kecuali lapangan usaha pertambangan. Adapun lapangan usaha utama yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB nasional meliputi industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan, dengan total pangsa mencapai 63,09%.

        “Ada pun lapangan usaha yang tumbuh tinggi antara lainnya transportasi dan pergudangan. Di mana transportasi dan pergudangan ini tumbuh karena didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat seiring dengan adanya libur nataru dan kebijakan stimulus diskon tarif angkutan serta beberapa kebijakan ekonomi lainnya,” jelas Amalia.

        Baca Juga: BPS Catat Neraca Perdagangan Indonesia Tembus US$41,05 miliar sepanjang Tahun 2025

        Selain itu, sektor informasi dan komunikasi tumbuh 8,09%, seiring meningkatnya aktivitas pengguna internet serta lonjakan trafik data operator seluler.

        BPS mencatat, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar pada triwulan IV 2025 dengan kontribusi 1,10% basis poin. Selanjutnya, perdagangan menyumbang 0,79% basis poin, informasi dan komunikasisebesar 0,55% basis poin, serta pertanian sebesar 0,51% basis poin.

        Sementara dari sisi pengeluaran, seluruh komponen pada triwulan IV 2025 juga tumbuh positif secara tahunan. Konsumsi rumah tangga menjadi kontributor terbesar terhadap PDB sisi pengeluaran dengan pangsa 53,63% dan tumbuh 5,11%. Adapun investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) memiliki kontribusi 30,02% dengan pertumbuhan 6,12%.

        Amalia menambahkan, dari sisi sumber pertumbuhan, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 dengan sumbangan 2,68% basis poin.

        “Selain itu, pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 juga ditopang oleh komponen PMTB dengan sumber pertumbuhan sebesar 1,96% dan konsumsi pemerintah dengan sumber pertumbuhan 0,43%,” tutupnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: