Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kenapa Menyisihkan Uang untuk Dana Darurat itu Penting?

        Kenapa Menyisihkan Uang untuk Dana Darurat itu Penting? Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Dana darurat merupakan tabungan yang digunakan untuk menutup pengeluaran mendesak. Dana darurat memungkinkan seseorang untuk hidup selama beberapa bulan apabila kehilangan pekerjaan atau membayar tagihan tidak terduga tanpa berhutang.

        Survei YouGov untuk Forbes menemukan bahwa hampir 40 persen orang yang mempunyai dana darurat menggunakannya selama pandemi Covid-19.

        Hal ini membuktikan bahwa menyisihkan uang untuk dana darurat sangat penting dilakukan agar terhindar dari hutang saat keadaan mendesak terjadi. Lantas keadaan apa saja yang menjadi alasan seseorang harus mempersiapkan dana darurat?

        Alasan Mengapa Dana Darurat Penting

        Melansir Nea Member Benefits, keadaan yang menjadi alasan dana darurat itu penting adalah sebagai berikut.

        Pertama, kehilangan pekerjaan. Dana darurat dapat menyelamatkan hidup seseorang yang kehilangan pekerjaan sampai mendapatkan kerja lagi.

        Kedua, masalah kesehatan. Dana darurat akan menutup biaya pengobatan jika terjadi kecelakaan atau sakit secara tiba-tiba.

        Ketiga, perbaikan alat transportasi. Mobil atau motor yang mogok seringkali membutuhkan biaya yang besar. Apabila tidak ada dana darurat, maka bisa saja seseorang tidak dapat makan selama beberapa hari karena membayar tagihan bengkel.

        Keempat, perjalanan tidak terduga. Dana darurat akan menutup biaya perjalanan mengunjungi orang tua atau kerabat ketika ada yang sakit, menikah, dan acara penting lainnya.!-- pagebreak --

        Tips Menyisihkan Uang untuk Dana Darurat

        Awalnya menyisihkan uang untuk dana darurat memang akan terasa berat, namun akan terasa mudah jika telah terbiasa. Agar terasa lebih mudah dalam menyisihkan uang untuk dana darurat, Anda dapat menggunakan tips berikut ini.

        1. Mulai dengan langkah kecil

        Mulai bangun dana darurat dengan menyisihkan uang dengan jumlah kecil terlebih dahulu. Misalnya sisihkan Rp5.000 dari uang jajan per hari. Apabila telah terbiasa, naikkan nominal tabungan dana darurat per harinya hingga mencapai target.

        Dana darurat yang direkomendasikan oleh ahli adalah cukup untuk biaya hidup selama 3-6 bulan. Untuk mencapai target tersebut memang akan membutuhkan waktu lama, namun jika konsisten maka akan tercapai.

        2. Buat tabungan dana darurat

        Memisahkan dana darurat dengan tabungan umum bertujuan agar uang yang tersimpan tidak digunakan untuk keperluan lain. Apabila tidak dapat membuat tabungan khusus, maka selalu catat nominal dana darurat agar tidak berkurang karena tidak sengaja menggunakannya.

        3. Tinjau pengeluaran bulanan secara teratur

        Peninjauan pengeluaran bulanan menjadi hal penting dilakukan untuk mengevaluasi pengeluaran mana yang menyebabkan pemborosan. Pertimbangkan untuk memangkas pengeluaran-pengeluaran kurang penting dan simpan uang tersebut untuk dana darurat.

        Baca Juga: Kenapa Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak itu Penting?

        4. Gunakan dana darurat ketika mendesak saja

        Gunakan dana darurat dengan disiplin, yakni untuk keperluan mendesak saja. Sehingga ketika keadaan darurat terjadi, Anda tidak perlu bingung mencari pinjaman uang. Contoh keperluan darurat adalah ketika sakit, mobil mogok, atau PHK.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: