Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Indonesia Open Network (ION) Resmi Diluncurkan, Wamen Nezar Patria: Mudahkan UMKM Transaksi Lintas Aplikasi

        Indonesia Open Network (ION) Resmi Diluncurkan, Wamen Nezar Patria: Mudahkan UMKM Transaksi Lintas Aplikasi Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Jaringan perdagangan digital terbuka bernama Indonesia Open Network (ION) resmi diluncurkan dengan tujuan memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM. Melalui sistem ini, para pelaku usaha kecil dapat menjangkau konsumen lebih luas tanpa harus bergantung sepenuhnya pada satu platform digital tertentu.

        Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menjelaskan bahwa kehadiran ION merupakan solusi atas berbagai tantangan yang selama ini dihadapi UMKM, seperti tingginya biaya komisi dan sistem ekosistem digital yang tertutup. ION dirancang untuk mendobrak keterbatasan akses data sehingga tercipta lingkungan ekonomi digital yang lebih inklusif.

        Dalam acara 12th Annual Indonesia Economic Forum di Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026), Nezar menegaskan pentingnya fleksibilitas bagi pelaku usaha. 

        “Banyak UMKM kesulitan masuk ke ekonomi digital karena biaya dan keterikatan platform. ION membuka pilihan agar pelaku usaha bisa ditemukan dan bertransaksi lintas aplikasi," jelas Wamen Nezar Patria.

        Menurut Wamen Nezar Patria, potensi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan melampaui USD 130 miliar pada akhir tahun ini.

        “Pada paruh pertama tahun ini, tercatat lebih dari 6 miliar transaksi QRIS. Namun, pertumbuhan tersebut belum dirasakan merata,” ungkapnya.

        Di sisi lain, Indonesia memiliki 64,2 juta UMKM yang menyumbang sekitar 61 persen PDB dan menopang hampir 97 persen tenaga kerja.

        “Meski begitu, masih banyak pelaku usaha di luar kota besar yang sulit mengakses pasar digital secara adil,” tandas Wamen Nezar Patria.

        Oleh karena itu Wamen Nezar Patria, meniliai kehadiran ION sebagai jaringan terbuka dan terdesentralisasi.

        Sistem ini memungkinkan penjual, pembeli, dan penyedia logistik terhubung lintas aplikasi tanpa terkunci pada satu platform digital.

        “ION bukan super app. Ini jaringan terbuka. UMKM bisa menjual produk di banyak aplikasi sekaligus dan tetap memegang kendali atas usahanya,” ujar Wamen Nezar.

        ION juga menjadi infrastruktur pendukung kebijakan perlindungan UMKM dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan melalui Sistem Elektronik.

        Sistem ini membuat prinsip keadilan usaha tidak hanya tertulis, tetapi berjalan di sistem digital.

        Baca Juga: Wamenkomdigi Nezar Patria Sebut AI Adalah Alat Bantu, Bukan Tempat Bergantung

        “Selain itu, ION menjadi fondasi program Garuda Spark yang menargetkan pembinaan 2 juta wirausahawan teknologi. Startup dapat membangun layanan langsung di atas jaringan nasional tanpa harus membuat platform tertutup baru,” ungkapnya.

        Menurut Wamenkomdigi Nezar Patria, ION dapat diarahkan sebagai bagian dari infrastruktur publik digital Indonesia untuk mengurangi kesenjangan digital, memperluas pilihan usaha, dan menjaga kedaulatan ekonomi digital nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: