Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Airlangga Ungkap Strategi Kejar Target Kredit Perbankan 12%

        Airlangga Ungkap Strategi Kejar Target Kredit Perbankan 12% Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan optimisme terhadap target pertumbuhan kredit perbankan sebesar 12% pada tahun ini. 

        Untuk mencapai angka tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis melalui penguatan sektor-sektor prioritas yang memiliki kebutuhan pembiayaan tinggi.

        Menurut Airlangga, motor utama penggerak kredit akan datang dari masifnya proyek hilirisasi industri. Program ini dinilai membutuhkan suntikan modal besar untuk pembangunan infrastruktur pengolahan di berbagai daerah.

        "Ya tentunya kan nanti dengan adanya beberapa program misalnya hilirisasi, itu kan membutuhkan juga kredit," kata Airlangga saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta dikutip Jumat (6/2/206).

        Selain hilirisasi, Airlangga menyoroti tiga area kunci yang akan didorong pembiayaannya. Salah satunya melakukan pembenahan pada industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT).

        Upaya revitalisasi mesin dan modal kerja ini dipastikan akan menyerap alokasi kredit yang signifikan.

        "Kita akan dorong juga sektor elektronik dan semikonduktor, itu juga pasti membutuhkan kredit," pungkas dia.

        Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya menargetkan pertumbuhan kredit perbankan sebesar 10-12% sepanjang 2026. Target tersebut ditopang oleh proyeksi pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang diperkirakan meningkat 7-9%.

        “Di mana kami memberikan outlook untuk kredit perbankan diproyeksikan akan tumbuh sebesar 10-12%,” kata Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

        Baca Juga: OJK Siapkan 27 Subkelas Investor Pasar Modal

        Selain kredit perbankan, OJK juga menargetkan pertumbuhan aset program asuransi sebesar 5-7%. Sementara itu, aset program dana pensiun diperkirakan tumbuh 10-12%, dan aset program penjaminan diproyeksikan meningkat 14-16%.

        “Sedangkan utang pembiayaan perusahaan pembiayaan kami proyeksikan tumbuh 6-8%,” ujar perempuan yang akrab disapa Kiki tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: