Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ditekan Soal 'Batas Wilayah', PM Malaysia Anwar Ibrahim Pilih Damai dengan Indonesia

        Ditekan Soal 'Batas Wilayah', PM Malaysia Anwar Ibrahim Pilih Damai dengan Indonesia Kredit Foto: Parlimen Malaysia
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menekankan pentingnya pendekatan berhati-hati, berhemah, dan berbasis fakta dalam membahas isu sensitif seperti perundingan perbatasan dengan Indonesia. Pernyataan ini disampaikannya sebagai sanggahan terhadap tuduhan-tuduhan dari pihak oposisi di negerinya yang dinilai tidak bertanggung jawab.

        Dalam pidatonya, Anwar menjelaskan bahwa tidak semua segmen perbatasan darat kedua negara telah final. Masih ada beberapa area yang sedang dalam proses perundingan, yaitu:

        • Lima kawasan perbatasan darat dan kawasan intertidal di sektor Sabah-Kalimantan Utara.
        • Empat kawasan Outstanding Boundary Problem di sektor Sarawak-Kalimantan Barat.

        "Maknanya, belum dimuktamadkan (diselesaikan)," tegas Anwar dalam Sesi Taklimat Khusus Parlimen mengenai isu perbatasan, dikutip dari akun Youtube Parlimen Malaysia pada Rabu (4/2).

        Karena itu, menurutnya, semua pernyataan publik, terutama dari politisi, harus dijaga untuk tidak merusak hubungan bilateral atau mengorbankan kepentingan nasional Malaysia.

        PM Anwar juga menyayangkan tindakan pihak oposisi yang dianggapnya terlalu cepat membuat tudingan dan "fitnah" seolah-olah pemerintah telah menghianati negara, padahal proses diplomasi masih berjalan. Ia menegaskan bahwa setiap pembahasan harus merujuk pada data, peta, dan fakta yang akurat.

        Sebagai bentuk apresiasi, Anwar mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh pegawai dan pihak keamanan (termasuk TNI) dari kedua negara yang bekerja keras, bahkan meredah hutan belantara, untuk melakukan survei dan pemetaan guna menyelesaikan penetapan garis perbatasan.

        Baca Juga: Mobil Nasional Malaysia Pecahkan Rekor Penjualan Selama 15 Tahun Terakhir

        Di akhir penjelasannya, Anwar menegaskan kembali komitmen Malaysia untuk menjaga hubungan baik dengan Indonesia, yang telah dibina dengan solid sejak 1974. Ia mengakui bahwa perbedaan pendapat mungkin terjadi, tetapi hal itu tidak boleh diselesaikan dengan tuduhan serampangan atau pernyataan yang bisa menyinggung perasaan mitra di Indonesia.

        "Kita boleh berbeza pendapat tapi jangan menjatuhkan hukuman dan juga jangan menyinggung perasaan rakan-rakan kita di Indonesia yang berusaha untuk menjalin hubungan yang sangat baik dan akrab di antara dua negara," pungkas Anwar.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: