Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bursa Eropa Cetak Rekor Tertinggi, Investor Fokus Laba Emiten dan Aksi Korporasi

        Bursa Eropa Cetak Rekor Tertinggi, Investor Fokus Laba Emiten dan Aksi Korporasi Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bursa Eropa ditutup di level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan di Senin (9/2). Hal ini terjadi seiring investor mengalihkan perhatian ke laporan kinerja perusahaan dan aktivitas merger serta akuisisi.

        Dikutip dari Reuters, Indeks Stoxx 600 menguat 0,7% ke 621,41. Capaian tersebut mencerminkan optimisme pasar setelah volatilitas tinggi pada pekan sebelumnya.

        Baca Juga: Epstein Files Makan Korban Banyak Elit Politik di Eropa, Mundur Satu-Satu

        Pasar global secara umum mulai pulih dari tekanan yang dipicu kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat mengganggu bisnis perangkat lunak tradisional. Kekhawatiran tersebut muncul meskipun adanya kenaikan target belanja dari perusahaan teknologi besar seperti Alphabet dan Amazon.

        Direktur Riset XTB, Kathleen Brooks menilai kekhawatiran terburuk terkait akal imitasi mulai mereda, meski cakupan risiko kini semakin meluas.

        Menurut Brooks, pasar tidak lagi hanya berfokus pada pihak yang diuntungkan dari akal imitasi, tetapi juga mulai mempertimbangkan perusahaan mana yang berpotensi tertinggal dalam perubahan teknologi tersebut.

        Adapun UniCredit menguat setelah bank itu menaikkan proyeksi laba. UniCredit juga menyatakan akan mempertahankan kepemilikan saham dalam sejumlah bank pesaing yang dibeli di bawah kepemimpinan dari Andrea Orcel.

        Selain sentimen korporasi, investor juga mencermati perkembangan politik di Inggris. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer menegaskan tidak akan mundur dari jabatannya, meski krisis di lingkaran pemerintahannya semakin dalam setelah pengunduran diri ajudan kedua.

        Baca Juga: Syarat Normalisasi Hubungan, China Tuntut Negara Eropa Akui One-China Policy

        Krisis tersebut dipicu oleh kontroversi penunjukan dari Peter Mandelson di Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat. Hal itu memicu tekanan politik terhadap Starmer.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: