Kredit Foto: Istimewa
Bursa Eropa ditutup pada level tertinggi sepanjang masa pada Rabu (4/2). Kenaikan saham sektor telekomunikasi dan konsumen mampu mengimbangi tekanan dari saham software serta aksi jual dalam sektor kesehatan.
Dikutip dari Reuters, STOXX 600 menguat tipis 0,03% ke 618,12. Ia melanjutkan rekor penutupan pada sesi sebelumnya. Penguatan ini terjadi seiring pemulihan pasar euro.
Baca Juga: Edwin Soeryadjaya Borong Saham Saratoga (SRTG) Senilai Rp2,47 Miliar
Saham Novo Nordisk menjadi pemberat utama indeks setelah anjlok menyusul peringatan bahwa penjualan dan laba perusahaan diperkirakan turun pada 2026. Prospek yang mengecewakan tersebut memicu aksi jual dalam sektor kesehatan.
Tekanan juga datang dari sektor teknologi, khususnya saham software. Investor menilai potensi dampak peluncuran fitur plug-in oleh pengembang kecerdasan buatan Anthropic Claude Cowork. Sejumlah analis menilai inovasi tersebut berpotensi mengganggu model bisnis perusahaan software secara global.
“Masih banyak ketidakpastian terkait kemampuan agen akal imitasi, sehingga investor cenderung menjauhi saham software karena risikonya sulit diukur,” kata Kepala Riset Teknologi Quilter Cheviot, Ben Barringer.
Di sektor perbankan, perhatian investor tertuju pada laporan kinerja keuangan bank-bank besar dari Eropa. UBS melaporkan arus keluar dana dari bisnis pengelolaan kekayaan di Amerika Serikat.
UBS juga memperingatkan potensi arus keluar lanjutan setelah kehilangan sejumlah manajer hubungan. Sahamnya sendiri turun meskipun laba kuartalannya melampaui perkiraan pasar.
Baca Juga: Terseret Kasus Saham Gorengan Hingga ARB, BEI Tak Suspensi Saham PIPA
Sementara Santander melemah setelah bank tersebut mengumumkan rencana akuisisi bank regional dari Amerika Serikat, Webster Financial. Akuisisi itu dilakukan dalam kesepakatan senilai US$12,2 miliar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: