Kredit Foto: Istimewa
Filipina melihat tanda-tanda positif dari China. Mereka dinilai bersedia bekerja sama dan memisahkan hubungan diplomatik dengan sengketa di Laut China Selatan.
Duta Besar Filipina untuk Amerika Serikat Jose Manuel Romualdez mengatakan hubungan kedua negara tidak seharusnya hanya didefinisikan oleh konflik teritorial di Laut China Selatan. Ia menyebut ada indikasi tetangganya itu ingin “mengisolasi” isu sengketa agar tidak terus merusak hubungan diplomatik.
Baca Juga: Dolar Tertekan, China Dorong Sektor Perbankan Tinggalkan Obligasi AS
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Asia Tenggara. Sebelumnya, China melaksanakan patroli laut dan udara di Laut China Selatan.
China Southern Theater Command mengkritik manuver dari Filipina. Komando militer China menuding negara itu berupaya memicu ketegangan dengan melibatkan negara-negara di luar kawasan serta menggelar patroli udara bilateral.
Militer China menyatakan langkah tersebut berpotensi merusak perdamaian dan stabilitas kawasan. Beijing juga menegaskan pasukannya akan tetap berada dalam status siaga tinggi untuk menjaga kedaulatan teritorial serta hak dan kepentingan maritim China.
Ketegangan di Laut China Selatan memang kembali meningkat dalam beberapa waktu terakhir, seiring intensifnya aktivitas militer dan patroli oleh negara-negara pengklaim wilayah, termasuk China dan Filipina.
Baca Juga: Yuan Hingga Produk Murah China Berpotensi Hancurkan Industri Uni Eropa
Filipina juga baru-baru ini mengajukan protes diplomatik terhadap China. Hal itu terjadi setelah insiden yang melibatkan Penjaga Pantai China dan Nelayan Filipina di Sabina Shoal. Insiden tersebut menambah daftar panjang gesekan di wilayah sengketa.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: