Dikhianati Dua Elitenya, Xi Jinping 'Curhat' Depan Militer China: Setahun Terakhir Penuh Tantangan
Kredit Foto: Xinhua/Li Gang
Presiden China Xi Jinping menyatakan kekuatan militer negaranya meningkat dalam setahun terakhir seiring intensifnya upaya pemberantasan korupsi dalam tubuh angkatan bersenjata. Ia sedikit menyinggung bahwa tahun kemarin adalah tahun yang berat menyusul penyelidikan korupsi yang menyeret para jenderal tertinggi dari Beijing.
“Setahun terakhir merupakan periode yang tidak biasa dan penuh tantangan,” ujar Xi, dikutip dari Xinhua.
Baca Juga: Asia Timur Masih Panas, China Desak Jepang Hadirkan Tindakan Nyata Soal Taiwan
Ia menegaskan bahwa militer negaranya telah memperdalam pendidikan politik, mampu mengatasi berbagai risiko dan tantangan serta mengalami pembentukan revolusioner melalui perang melawan korupsi.
Xi juga menekankan bahwa para perwira dan prajurit, khususnya di tingkat akar rumput, tetap teguh mengikuti kepemimpinan partai, menjalankan tugas dengan loyal serta berhasil menyelesaikan berbagai misi yang diberikan.
Pernyataan ini muncul di tengah salah satu pembersihan terbesar dalam sejarah militer dari China. Dua jenderal dengan pangkat tertinggi sebelumnya terseret dalam penyelidikan disipliner. Keduanya adalah He Weidong dan Zhang Youxia.
He Weidong dipecat pada Oktober 2025. Sementara Zhang Youxia ditempatkan dalam penyelidikan pada Januari 2026. Hal itu menandai gelombang penindakan paling signifikan dalam beberapa dekade terakhir.
Kejatuhan Zhang dan He membuat badan kepemimpinan militer tertinggi negara itu yang semula beranggotakan tujuh orang kini hanya tersisa dua orang. Keduanya adalah Xi Jinping dan Zhang Shengmin.
Tiga kursi anggota lainnya saat ini masih kosong. Sebelumnya, Li Shangfu dipecat duta tahun lalu. Sementara Miao Hua pada tahun lalu. Adapun Liu Zhenli ditempatkan dalam penyelidikan korupsi bulan lalu. Sejumlah komandan lain, termasuk pimpinan pasukan nuklir juga dilaporkan ikut tersingkir.
Baca Juga: China Panik, Kecam Upaya 'Keamanan' Jepang
Zhang Youxia dikenal sebagai salah satu dari sedikit veteran tempur yang tersisa dalam militer dan sebelumnya dipandang sebagai figur kunci dalam pengambilan keputusan strategis, termasuk terkait kemungkinan langkah militer terhadap Taiwan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: