Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Melemah Tipis, Begini Prospek Saham Wall Street Hari Ini (12/2)

        Melemah Tipis, Begini Prospek Saham Wall Street Hari Ini (12/2) Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bursa Saham Amerika Serikat atau Wall Street hari ini diproyeksi cukup stabil usai ditutup melemah tipis pada perdagangan di Rabu (11/2). Laporan ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan meredakan kekhawatiran perlambatan ekonomi, namun sekaligus memicu spekulasi bahwa laju pemangkasan suku bunga akan melambat dari Federal Reserve (The Fed).

        Dikutip dari Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,13% ke 50.121,40. Indeks S&P 500 melemah tipis 0,01% ke 6.941,47, sementara Nasdaq Composite terkoreksi 0,16% ke 23.066,47.

        Baca Juga: Tetap Jualan Meski IHSG Melesat, Asing Gempur 10 Saham Ini

        Ketiga indeks utama  sempat dibuka menguat. S&P 500 dan Nasdaq bahkan sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari sepekan. Sentimen positif muncul setelah laporan ketenagakerjaan menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja pada bulan lalu jauh melampaui ekspektasi, sementara tingkat pengangguran turun ke 4,3%.

        Namun, penguatan tersebut memudar seiring pelaku pasar menyesuaikan kembali ekspektasi penurunan suku bunga. Mayoritas trader masih memperkirakan setidaknya satu kali pemangkasan suku bunga sebesar dua puluh lima basis poin pada Juni. Namun peluang suku bunga bertahan pada bulan tersebut meningkat menjadi sekitar 41%.

        Strategis Pasar Global New York Life Investments, Julia Hermann menilai investor mencerna perubahan ekspektasi suku bunga dengan cukup baik karena data tenaga kerja yang kuat dipandang sebagai sinyal positif bagi perekonomian.

        “Kabar ini konstruktif karena menunjukkan ekonomi tidak berada dalam kondisi darurat yang membutuhkan pemangkasan suku bunga agresif,” ujar Hermann.

        “Pasar melihat titik keseimbangan, di mana perekrutan cukup kuat untuk menunjukkan ekonomi tangguh, tetapi tidak terlalu panas hingga menggagalkan harapan pelonggaran kebijakan moneter ke depan," tambahnya.

        Selanjutnya, perhatian investor akan tertuju pada rilis data inflasi Consumer Price Index (CPI). Ia dijadwalkan diumumkan pada Jumat. Data tersebut diperkirakan akan menjadi penentu arah pasar dan kebijakan suku bunga bank sentral dalam waktu dekat.

        Baca Juga: Berkiblat ke India, BEI Bakal Buka Data Pemilik Saham di Atas 1%

        Bagi investor global, pergerakan ini menegaskan pentingnya data ekonomi sebagai penggerak utama sentimen pasar keuangan dunia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: