Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Geopolitik Global Panaskan Pasar, IHSG Terjun Bebas! Asing Gencar Jual Saham Big Caps

Geopolitik Global Panaskan Pasar, IHSG Terjun Bebas! Asing Gencar Jual Saham Big Caps Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat pasar modal Reydi Octa menilai penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cukup dalam hingga penutupan sesi I perdagangan hari ini dipicu kombinasi sentimen geopolitik global dan aksi jual pada saham-saham big caps. Tekanan terutama terjadi pada sektor perbankan serta saham-saham likuid yang menjadi target utama dana asing.

“Ketika bursa Asia juga melemah, tekanan di IHSG biasanya ikut membesar karena investor global cenderung mengurangi eksposur di emerging market,” ujar Reydi kepada Warta Ekonomi, Rabu (4/3/2026).

Di sisi lain, Reydi menilai belum ada sentimen negatif yang signifikan dari kebijakan keterbukaan data kepemilikan saham di atas 1 persen yang resmi dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurutnya, dampak kebijakan tersebut cenderung bersifat jangka pendek.

Transparansi tersebut, kata dia, memang berpotensi memicu reaksi awal pasar karena investor mulai membaca ulang struktur kepemilikan saham tertentu. Namun secara fundamental, langkah ini justru dinilai positif dalam jangka panjang karena meningkatkan transparansi dan integritas pasar modal.

“Jadi, koreksi IHSG saat ini lebih dipengaruhi faktor eksternal dan tekanan jual teknikal di saham-saham besar, sementara kebijakan keterbukaan data lebih merupakan katalis tambahan yang membuat pasar sementara menjadi lebih sensitif,” jelasnya.

IHSG masih mencatatkan kinerja negatif hingga akhir sesi pertama perdagangan Rabu (4/3/2026). Berdasarkan data RTI, IHSG anjlok 343,19 poin atau 4,32 persen ke level 7.596,57.

Pada perdagangan pagi, IHSG sempat turun lebih dalam hingga menyentuh level 7.584,85, sementara posisi tertingginya berada di 7.897,81.

Pergerakan saham pada siang hari didominasi tren negatif. Sebanyak 713 saham melemah, hanya 63 saham menguat, dan 37 saham stagnan.

Baca Juga: OJK Sebut Volatilitas IHSG Respons Awal dari Ketidakpastian Global

Baca Juga: IHSG Anjlok 4,32% ke 7.596 pada Akhir Sesi Pertama, 713 Saham Kebakaran!

Baca Juga: IHSG Turun 4%, BEI Ungkap Dampak Eskalasi Geopolitik di Timur Tengah

Seluruh sektor mencatatkan pelemahan. Sektor bahan baku memimpin penurunan sebesar 8,03 persen, diikuti sektor transportasi yang turun 6,8 persen, barang konsumen nonprimer 5,6 persen, serta infrastruktur 5,07 persen.

Selanjutnya, sektor energi melemah 4,82 persen, industri 4,46 persen, barang konsumen primer 3,62 persen, properti 3,34 persen, keuangan 2,97 persen, teknologi 2,06 persen, dan kesehatan 2,22 persen.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: