Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jelang Rilis Data Ekonomi, Begini Nasib Nilai Tukar Dolar AS (12/2)

        Jelang Rilis Data Ekonomi, Begini Nasib Nilai Tukar Dolar AS (12/2) Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nilai tukar dolar kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan di Kamis (12/2). Ia bergerak menuju pelemahan mingguan, seiring perhatian investor tertuju pada rangkaian data tenaga kerja dan inflasi yang akan segera dirilis di Amerika Serikat (AS).

        Dikutip dari Reuters, Indeks Dolar (DXY) tercatat turun sekitar 0,8% ke 96,852. Pelemahan ini mencerminkan melemahnya minat terhadap mata uang safe haven tersebut. Pasar kini menantikan data klaim pengangguran yang dijadwalkan rilis hari ini, disusul laporan inflasi dari Januari di Jumat.

        Baca Juga: Menkeunya Trump Senang Lihat Lemahnya Nilai Dolar, Apa Dampaknya Bagi Indonesia?

        Sebelumnya, laporan ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan sempat mengangkat dolar dalam jangka pendek. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama karena pelaku pasar menilai ketahanan ekonomi sebagai sinyal membaiknya pertumbuhan global secara lebih luas.

        Kondisi tersebut mendorong investor mulai mengalihkan taruhan ke negara lain. Jepang misalnya, dipandang sebagai salah satu calon penerima manfaat utama dari pemulihan ekonomi global.

        Data terbaru menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja secara tak terduga meningkat pada bulan lalu, sementara tingkat pengangguran turun ke 4,3%.

        Selain itu, survei yang dirilis awal bulan ini mengungkapkan adanya rebound aktivitas manufaktur pada Januari. Hal tersebut memperkuat gambaran bahwa ekonomi masih cukup solid di AS.

        Meski demikian, pelaku pasar menilai ketahanan ekonomi justru mengurangi urgensi pelonggaran kebijakan moneter agresif, sehingga menekan daya tarik dolar. Fokus kini tertuju pada data inflasi untuk melihat sejauh mana tekanan harga akan memengaruhi arah kebijakan moneter ke depan.

        Baca Juga: 6 Rekomendasi Saham BNI Sekuritas untuk Trading Hari Ini Kamis (12/2)

        Bagi pasar global, pergerakan dolar menjadi faktor penting karena berpengaruh langsung terhadap arus modal, nilai tukar serta harga komoditas internasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: