Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Mau Dibeli Nagita, Begini Bisnis dan Kinerja VISI

        Mau Dibeli Nagita, Begini Bisnis dan Kinerja VISI Kredit Foto: Imamatul Silfia
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nagita Slavina tengah bernegosiasi untuk mengambil alih saham PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), emiten perdagangan bahan advertising dan printing, sebagaimana diungkapkan perseroan dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Informasi tersebut diterima perseroan pada 11 Februari 2026, dengan Nagita disebut sebagai calon pengendali baru. 

        Dalam laporan keterbukaan informasi, perseroan menjelaskan bahwa negosiasi dilakukan antara Nagita Slavina dengan pemegang saham penjual terkait rencana pengambilalihan saham VISI. Manajemen menegaskan proses tersebut masih berada pada tahap negosiasi dan belum efektif secara hukum.

        “Dampak terhadap kegiatan operasional Perseroan, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha: tidak berdampak signifikan,” tulis manajemen VISI dalam dokumen resmi yang disampaikan kepada BEI, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

        Baca Juga: Nagita Slavina Masuk Bursa, Tengah Negosiasi Akuisisi Emiten VISI

        Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, saham VISI sentuh auto reject bawah (ARB) setelah ditutup turun 9,89% ke level Rp820 per saham, atau melemah Rp90 dari penutupan sebelumnya di Rp910.

        Saham VISI sempat dibuka di level Rp1.000 sebelum bergerak turun hingga menyentuh level terendah Rp820. Kapitalisasi pasar VISI tercatat sekitar Rp2,52 triliun, dengan rasio harga terhadap laba (price to earnings ratio/PER) di level 554,39 kali.

        Nagita dan Bisnisnya

        Rencana pengambilalihan VISI oleh Nagita Slavina menarik perhatian publik dan pelaku pasar, seiring posisi Nagita sebagai figur publik sekaligus pelaku usaha di berbagai sektor. Nagita dikenal sebagai pendiri dan pemilik sejumlah lini bisnis, antara lain di bidang ritel fesyen, kosmetik, kuliner, serta entertainment.

        Melalui PT RANS Entertainment Indonesia, Nagita bersama Raffi Ahmad mengembangkan bisnis konten digital, talent management, dan produksi hiburan. Selain itu, Nagita juga terlibat dalam bisnis ritel fesyen melalui jenama pakaian dan aksesori, serta bisnis kecantikan yang memasarkan produk kosmetik dan perawatan diri. Di sektor makanan dan minuman, Nagita tercatat memiliki dan mengelola sejumlah usaha kuliner dengan model gerai maupun kolaborasi lisensi.

        Perhatian pasar juga tidak terlepas dari keterkaitan Nagita dengan Raffi Ahmad, yang saat ini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan Raffi Ahmad kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 27 Desember 2024, nilai kepemilikan tanah dan bangunan yang dilaporkan mencapai Rp737,16 miliar, di luar aset lain berupa alat transportasi dan aset keuangan. Laporan tersebut telah berstatus verifikasi administratif lengkap.

        Profil VISI

        Saat ini, struktur kepemilikan saham VISI masih didominasi oleh manajemen internal perseroan. David Dwitya Putra, yang menjabat sebagai Direktur Utama, tercatat sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 2,2 miliar saham atau setara 71,54% dari total saham beredar.

        Selain itu, Farel Yonathan, selaku Direktur, memiliki 200 juta saham atau 6,51%, sementara Robert Putra Sampurna, yang menjabat sebagai Komisaris, menggenggam 60 juta saham atau sekitar 1,95%. Adapun saham yang dimiliki masyarakat (publik) tercatat sebanyak 615 juta saham atau 20%, yang berasal dari saham hasil penawaran umum perdana dan peredaran di pasar reguler Bursa Efek Indonesia.

        Dengan komposisi tersebut, kendali efektif VISI saat ini masih berada di tangan David Dwitya Putra, dan setiap rencana pengambilalihan saham oleh pihak baru akan bergantung pada keputusan pemegang saham mayoritas.

        Baca Juga: LAPD Resmi Akuisisi BSS, Tekan PPJB Senilai Rp59,4 Miliar

        PT Satu Visi Putra Tbk didirikan pada 2018 dan berkedudukan di Surabaya. Perseroan bergerak di perdagangan besar bahan advertising dan printing, meliputi banner, display, tinta, dan PVC board. VISI resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 27 Februari 2024, setelah memperoleh pernyataan efektif dari OJK.

        Dalam pengembangan usaha, VISI memiliki entitas anak PT Polymer Putra Sejahtera, yang bergerak di manufaktur barang plastik lembaran, dengan kepemilikan 75%.

        Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi tidak diaudit per 30 September 2025, VISI mencatat penjualan neto Rp250,08 miliar, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp320,33 miliar. Meski demikian, perseroan membukukan laba periode berjalan Rp2,46 miliar, meningkat dari Rp2,36 miliar pada September 2024.

        Dari sisi neraca, total aset VISI tercatat sebesar Rp293,79 miliar, dengan total liabilitas Rp108,31 miliar dan ekuitas Rp185,48 miliar. Pos kas dan setara kas meningkat menjadi Rp8,36 miliar, dibandingkan Rp2,86 miliar pada akhir 2024.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: