Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan berencana melonggarkan sebagian tarif impor baja dan aluminium yang diberlakukan sebelumnya oleh Negeri Paman Sam. Langkah ini disebut sebagai bagian dari peninjauan ulang kebijakan perdagangannya terhadap komoditas logam strategis.
Dikutip dari Financial Times, Trump disebut tengah mengevaluasi daftar produk yang terdampak tarif tersebut. Sejumlah barang diperkirakan akan dikecualikan dari pungutan, sementara rencana perluasan daftar tarif akan dihentikan.
Baca Juga: Trump Kembali 'Memohon' Presiden Israel untuk Ampuni Netanyahu
Sebelum, Trump memberlakukan tarif hingga lima puluh persen terhadap impor baja dan aluminium, termasuk pungutan berdasarkan kandungan non-baja dan non-aluminium dalam suatu produk. Kebijakan itu sempat memicu ketegangan dagang dengan sejumlah mitra utama dari Amerika Serikat.
Menurut laporan tersebut, alih-alih memperluas tarif secara menyeluruh, sang presiden kini berencana mengalihkan pendekatan ke penyelidikan keamanan nasional yang lebih terarah terhadap produk-produk tertentu. Strategi ini dinilai memungkinkannya tetap melindungi industri domestik tanpa memperluas dampak tarif ke sektor yang lebih luas.
Baca Juga: Geramnya Rusia ke Trump Gegara Tak Dilibatkan Soal Bisnis Minyak Venezuela
Perubahan pendekatan ini berpotensi meredakan tekanan pada rantai pasok global dan industri manufaktur, termasuk negara-negara pengekspor baja dan aluminium ke Amerika Serikat. Bagi pasar internasional, kebijakan tersebut dipandang sebagai sinyal pelonggaran sikap proteksionis dari negara tersebut di tengah dinamika perdagangan global yang masih penuh ketidakpastian.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: