Gunakan Chip Raksasa Cerebras, OpenAI Tantang Dominasi Hardware Nvidia
Kredit Foto: Istimewa
OpenAI resmi merilis model AI terbaru khusus pemrograman bernama GPT-5.3-Codex-Spark pada Kamis (12/2/2026).
Perangkat ini merupakan versi lebih ringan dari GPT-5.3-Codex yang dirancang untuk kebutuhan coding secara real-time dengan latensi sangat rendah.
Fokus utama model ini adalah menangani pekerjaan cepat seperti perbaikan logika, pengeditan kode kecil, atau perubahan antarmuka dengan hasil yang muncul hampir seketika.
GPT-5.3-Codex-Spark menjadi model pertama yang memanfaatkan teknologi chip AI dari Cerebras, yakni Wafer Scale Engine 3 (WSE-3).
Penggunaan perangkat keras khusus ini memungkinkan kecepatan inferensi menembus lebih dari 1.000 token per detik.
Melalui kerja sama senilai 10 miliar dollar AS tersebut, OpenAI bertujuan menghilangkan hambatan proses data tradisional agar interaksi antara pengguna dan AI terasa lebih alami tanpa jeda waktu tunggu yang lama.
Model ini hadir dengan jendela konteks sebesar 128.000 token dalam versi teks saja.
Berbeda dengan model pendahulunya yang mengerjakan tugas berat dan jangka panjang, Codex-Spark bekerja secara spesifik serta terarah tanpa otomatis menjalankan pengujian kode.
Hal ini memungkinkan pengguna untuk menghentikan atau memperbaiki hasil kerja AI secara langsung di tengah proses kolaborasi interaktif.
Saat ini, GPT-5.3-Codex-Spark sudah tersedia dalam tahap research preview bagi pengguna ChatGPT Pro.
Baca Juga: OpenAI Siapkan Earbud AI Pertama, Bukan Ponsel atau Liontin Pintar
Layanan ini dapat diakses melalui aplikasi Codex, antarmuka baris perintah (CLI), serta ekstensi VS Code.
Meski menggunakan chip Cerebras untuk respon cepat, OpenAI menegaskan bahwa unit pengolah grafis (GPU) tetap menjadi tulang punggung utama untuk pelatihan dan beban kerja inferensi skala besar lainnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: