Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

OpenAI Siapkan Earbud AI Pertama, Bukan Ponsel atau Liontin Pintar

OpenAI Siapkan Earbud AI Pertama, Bukan Ponsel atau Liontin Pintar Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

OpenAI mulai memberi sinyal serius untuk masuk ke ranah perangkat keras setelah lama dikenal sebagai pemain utama di industri kecerdasan buatan.

Perusahaan di balik chatbot ChatGPT itu sebelumnya dikaitkan dengan pengembangan perangkat berformat unik seperti liontin digital dan pena pintar.

Gagasan awal tersebut bahkan sempat disebut sebagai upaya menghadirkan perangkat yang memberi rasa lebih tenang dibanding penggunaan smartphone.

Namun arah pengembangan produk tampaknya berubah seiring munculnya bocoran baru dari sumber industri.

Perangkat perdana OpenAI kini dirumorkan bukan berbentuk ponsel, liontin, atau pena pintar.

Laporan terbaru justru menyebut OpenAI tengah menyiapkan perangkat audio berupa earbud berbasis AI.

Perubahan pendekatan ini menarik perhatian karena berbeda dari narasi awal yang beredar di publik.

Baca Juga: OpenAI Tunda Peluncuran Gadget AI Hingga 2027, Ini Penyebabnya

Informasi mengenai perangkat tersebut pertama kali diungkap oleh tipster teknologi bernama Smart Pikachu.

Melalui unggahan di platform Weibo, ia menyebut perangkat AI pertama OpenAI akan hadir dengan desain menyerupai Apple AirPods.

Bocoran juga menyebut perangkat itu kemungkinan mengusung nama “Dime”.

Nama tersebut diklaim muncul dalam dokumen pengajuan perangkat keras OpenAI di otoritas kekayaan intelektual China atau China National Intellectual Property Administration (CNIPA).

Smart Pikachu turut mengindikasikan bahwa OpenAI untuk sementara menunda ambisi membuat perangkat dengan kemampuan komputasi tinggi.

Pertimbangan biaya produksi disebut menjadi salah satu faktor utama di balik perubahan strategi tersebut.

Industri komponen global saat ini juga menghadapi keterbatasan pasokan high-bandwidth memory (HBM).

Kondisi itu mendorong kenaikan bill of material (BOM) yang berpengaruh langsung pada harga produksi perangkat canggih.

Situasi tersebut membuat OpenAI diperkirakan memilih memulai dari perangkat dengan kemampuan lebih sederhana.

Langkah ini dinilai memberi ruang bagi perusahaan untuk masuk ke pasar perangkat keras tanpa beban biaya ekstrem.

Laporan yang dihimpun dari GSMArena menyebut earbud AI OpenAI berpotensi meluncur pada akhir 2026.

Versi awal perangkat disebut akan membawa fungsi dasar sebelum varian lebih canggih diperkenalkan.

Model dengan komputasi lebih tinggi diperkirakan hadir setelah kondisi rantai pasok komponen membaik.

Strategi bertahap ini memperlihatkan bagaimana OpenAI membaca dinamika pasar perangkat keras global.

Jika rumor tersebut terealisasi, langkah OpenAI akan menandai babak baru persaingan perangkat wearable berbasis AI.

Pasar pun menunggu apakah perangkat audio pintar ini mampu memperluas ekosistem AI di luar layar smartphone.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: