Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Srikandi Mayantara dan IWAPI Bekali Pengusaha Perempuan dengan AI untuk Efisiensi Operasional dan Perluasan Pasar

        Srikandi Mayantara dan IWAPI Bekali Pengusaha Perempuan dengan AI untuk Efisiensi Operasional dan Perluasan Pasar Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-51 Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), organisasi pemberdayaan perempuan, Srikandi Mayantara, menggelar program pelatihan bertajuk "Artificial Intelligence Untuk UMKM Bertumbuh Pesat".

        Acara yang berlangsung di Gedung Kementerian Investasi dan Hilirisari/BPKM, Jakarta, pada Senin (10/2/2026) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam memanfaatkan teknologi Kecerdasan Buatan (AI).

        Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara Srikandi Mayantara dan IWAPI yang berfokus pada pemberian pemahaman serta keterampilan praktis penggunaan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional dan strategi pemasaran.

        Para peserta yang terdiri dari pengusaha perempuan dari berbagai latar belakang dibekali dengan tiga materi utama, yakni teknik pembuatan prompt AI yang benar, penyusunan laporan keuangan otomatis dari data harian, serta produksi konten dan video promosi secara cepat.

        Ketua Srikandi Mayantara, Iga Andita Lestari, menyatakan bahwa pihaknya ingin mematahkan stigma di kalangan pelaku usaha kecil yang menganggap teknologi AI rumit dan sulit diakses. Menurutnya, AI justru dapat berperan sebagai asisten strategis bagi para pengusaha.

        "Kami ingin memastikan setiap pengusaha perempuan mampu mengubah data harian menjadi laporan keuangan siap pakai dan memproduksi konten kreatif secara instan, sehingga mereka bisa lebih fokus pada pengembangan strategi bisnis," ujar Iga dalam keterangannya, Selasa (11/2/2026).

        Lebih lanjut, Iga menegaskan bahwa visi Srikandi Mayantara adalah menjembatani kesenjangan digital yang masih dihadapi perempuan Indonesia.

        "Kami percaya bahwa AI bukan hanya milik korporasi besar. Dengan teknik prompting yang tepat, ibu-ibu pelaku UMKM bisa naik kelas. Perempuan Indonesia tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi penggerak utama ekonomi digital yang produktif dan efisien," tegasnya.

        Dukungan penuh terhadap inisiatif ini disampaikan oleh Ketua Umum DPP IWAPI, Ir. Nita Yudi, MBA. Ia menilai transformasi digital merupakan kunci untuk menciptakan peluang ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi perempuan. Hal ini sejalan dengan cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045.

        "Transformasi digital bukan hanya soal adopsi teknologi, tetapi juga soal menciptakan peluang ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi perempuan. Untuk mencapai Indonesia Emas 2045, kami harus memastikan bahwa perempuan tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pencipta dan inovator," ungkap Nita Yudi.

        Baca Juga: IWAPI Gandeng PT AI Indonesia Percepat Adopsi AI untuk 50.000 UMKM Perempuan

        Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Umum DPP IWAPI Bidang IT dan Digitalisasi, Rachmawati Dzaelani, memaparkan bahwa AI dapat dioptimalkan untuk berbagai aspek bisnis, seperti pemasaran, layanan pelanggan, dan pengambilan keputusan berbasis data. Ia menekankan bahwa tantangan UMKM ke depan tidak hanya seputar akses pasar, tetapi juga kapasitas digital dan efisiensi usaha.

        Kolaborasi ini juga mendapatkan apresiasi dari sektor swasta. Sony Subrata, CEO PT AI Indonesia, menyatakan kebanggaannya dapat mendukung dua organisasi perempuan yang dinilainya tangguh. "Perempuan Indonesia akan berkembang pesat dengan kehadiran IWAPI yang merayakan ulang tahun ke-51 dan Srikandi Mayantara yang meluncurkan program perdana di kalangan Gen Z," ujarnya.

        Ke depannya, Srikandi Mayantara berencana untuk memperluas jangkauan pelatihan serupa ke berbagai daerah di Indonesia. Organisasi ini tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga pada pembangunan jejaring strategis bagi perempuan, termasuk mahasiswa, profesional, aparatur pemerintah, dan pelaku UMKM.

        Dengan misi mempercepat adopsi teknologi, Srikandi Mayantara berharap dapat menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan memberdayakan perempuan sebagai penggerak utama perekonomian digital nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: